Pernyataan Bersama Tehran; Niat Baik Iran dan Harapan dari IAEA
-
Republik Islam Iran dan Badan Energi Atom Internasional
Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), setelah dua hari konsultasi intensif antara direktur jenderal badan khusus ini di Tehran, sepakat mengenai penyelesaian masalah yang diidentifikasi oleh IAEA.
Pernyataan bersama antara Iran dan IAEA pada Rabu (26/08/2020) malam bahwa Iran telah secara sukarela memberi akses dua lokasi yang ditunjuk IAEA untuk memfasilitasi kegiatan verifikasi IAEA demi menyelesaikan masalah ini.
Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, tiba di Tehran pada Senin malam (24/08) dan mengadakan dua hari konsultasi intensif dengan para pejabat Iran mengenai kerja sama antara kedua belah pihak dan penyelesaian beberapa sengketa dalam kerangka komitmen pengamanan.
Iran selalu memiliki kerja sama yang baik dengan Badan Energi Atom Internasional dalam kerangka kewajiban pengamanannya, dan kerjasama ini mencapai puncaknya setelah penandatanganan JCPOA.
Sekitar 20% inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di seluruh dunia telah dilakukan dalam rangka uji coba kesepakatan nuklir 2015 di Iran. Dengan kata lain, inspektur IAEA telah membuat lebih dari 33 akses tambahan dari Iran setiap tahun dan rata-rata ada 6 inspektur di Iran setiap hari.
Memberikan tingkat akses ini ke inspektur IAEA mencerminkan keterlibatan konstruktif Iran dengan IAEA, dan laporan triwulanan Direktur Jenderal IAEA selama empat tahun terakhir melambangkan kerja sama konstruktif Iran dengan IAEA dan komitmen Tehran kepada JCPOA.
Badan Energi Atom Internasional adalah satu-satunya badan yang bertanggung jawab untuk melakukan pengujian sendiri atas aktivitas nuklir Iran, dan sementara itu, kemandirian tindakan dan penghindaran pendekatan politik akan membuat IAEA berhasil dalam memajukan tujuan khususnya.
Badan Energi Atom Internasional, sebagai badan khusus dan teknis, harus mengajukan permintaan berdasarkan informasi yang diperolehnya, bukan informasi yang diambil berdasarkan spionase.
Kemandirian, ketidakberpihakan, dan profesionalisme IAEA menjadi perhatian pemerintah dan opini publik, dan posisi profesional IAEA tidak boleh dirusak oleh informasi pihak ketiga.
Perjanjian baru Iran dengan IAEA untuk mengunjungi dua situs yang diinginkan badan internasional ini menunjukkan kerja sama konstruktif Iran dengan Badan Energi Atom Internasional, yang mengakui peran penting bagi badan khusus dan teknis ini.
Pendekatan Iran yang konstruktif dan sukarela ini juga meningkatkan ekspektasi Badan Tenaga Atom Internasional untuk melaksanakan pekerjaan khususnya secara mandiri dan tidak memihak dan tanpa campur tangan pihak luar, sehingga posisinya tidak dipertanyakan oleh opini publik.
Dalam keadaan seperti itu, kunjungan Grossi ke Tehran merupakan kesempatan baginya, sebagai Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, untuk memfasilitasi kelanjutan kerja sama yang bermanfaat antara Iran dan IAEA dengan pendekatan profesional dan realistis, bebas dari klaim dan tekanan politik, sehingga dengan mengklarifikasi fakta dapat mencegah dengan menjadi jelasnya berbagai realita dapat mencegah hilangnya kredibiltas IAEA.
Seperti yang ditegaskan Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, selama pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, "Faktor dan suara eksternal tidak boleh memengaruhi kerja sama antara Badan Energi Atom Internasional dan Iran."