Mayjend Rahim Safavi: AS bukan lagi Adidaya Tunggal di Dunia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i87345-mayjend_rahim_safavi_as_bukan_lagi_adidaya_tunggal_di_dunia
Penasihat Senior Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, tatanan kekuatan dalam sistem global di sektor ekonomi, budaya, dan geostrategis sedang dalam periode transisi.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 17, 2020 16:41 Asia/Jakarta
  • Mayjend Yahya Rahim Safavi.
    Mayjend Yahya Rahim Safavi.

Penasihat Senior Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, tatanan kekuatan dalam sistem global di sektor ekonomi, budaya, dan geostrategis sedang dalam periode transisi.

Hal itu disampaikan Mayjend Yahya Rahim Safavi dalam "Seminar Internasional Uni Ekonomi Eurasia dan Peran Geopolitik Zona Bebas dalam Pembangunan Regional" yang diadakan di Bandar Anzali, Iran Utara, Selasa (17/11/2020) seperti dikutip IRIB.

"Struktur kekuatan di dunia sedang bergerak menuju tatanan baru. Penurunan kekuatan ekonomi, politik dan budaya Amerika Serikat dari internal dan eksternal negara itu di tingkat global sudah pasti, dan AS bukan lagi satu-satunya kekuatan adidaya di dunia," kata Mayjend Rahim Safavi.

Menurutnya, berkurangnya efektivitas sanksi dan semua instrumen ekonomi, politik, dan media untuk memberikan tekanan maksimum terhadap negara independen seperti Iran, Rusia, dan Cina, telah menyebabkan munculnya kekuatan ekonomi, politik, budaya, dan keamanan baru di tingkat regional serta di benua Asia dan Pasifik.

Mayjend Rahim Safavi lebih lanjut menyinggung peran zona bebas dalam pengembangan hubungan regional.

"Para kepala negara dan pakar perdagangan dunia dapat mengubah Uni Ekonomi Eurasia – karena punya kapasitas besar di bidang keamanan strategis, memiliki jaringan transportasi kereta api, laut dan darat, dan keberadaan zona bebas di negara anggota – menjadi sebuah perhimpunan yang komprehensif antar-benua dan lintas benua," ujarnya.

Mayjend Rahim Safavi mencatat bahwa karena lokasi geografis dan geopolitiknya yang tak tergantikan, Iran dapat menjadi titik penghubung bagi Cina, Kazakhstan, Asia Tengah dan Asia Barat ke Mediterania dan Eropa. (RM)