Jika Sanksi Berlanjut, Iran akan Ambil Langkah Baru di Bidang Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i91434-jika_sanksi_berlanjut_iran_akan_ambil_langkah_baru_di_bidang_nuklir
Wakil Ketua Parlemen Iran Shahriyar Heidari, mengatakan Republik Islam akan mengambil langkah baru pengurangan komitmen kesepakatan nuklir pada 21 Februari mendatang jika sanski tidak dicabut.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 15, 2021 07:39 Asia/Jakarta
  • Shahriyar Heidari.
    Shahriyar Heidari.

Wakil Ketua Parlemen Iran Shahriyar Heidari, mengatakan Republik Islam akan mengambil langkah baru pengurangan komitmen kesepakatan nuklir pada 21 Februari mendatang jika sanski tidak dicabut.

Heidari dalam wawancara eksklusif dengan Iran Press, Minggu (14/2/2021), menuturkan langkah baru tersebut sesuai dengan undang-undang yang disetujui oleh parlemen Iran.

"Jika kepentingan Iran dalam kesepakatan nuklir JCPOA tidak dipenuhi, langkah baru akan diambil dan jalan kembali ke JCPOA adalah mengimplementasi kesepakatan secara penuh," tegasnya.

Menurut Heidari, pelaksanaan undang-undang strategis itu merupakan hak sah Iran dan tuntutan rakyat. "Ini adalah hak kami dan jika sanksi tidak dicabut, JCPOA tidak akan dilaksanakan," tambahnya.

Dia menggarisbawahi bahwa tidak semua dari undang-undang stategis itu menyalahi ketentuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Kami telah memenuhi kewajiban kesepakatan nuklir dan ini diverifikasi oleh IAEA. Namun, ada kerusakan serius setelah AS keluar dari JCPOA dan negara-negara Eropa juga bukannya mengkritik AS, tetapi justru membawa kasus Iran ke Dewan Keamanan PBB," ucapnya.

Legislator Iran ini menandaskan negara-negara Eropa tidak berkomitmen dengan JCPOA dan mereka melanggar kesepakatan. "Jika Eropa ingin kembali, satu-satunya cara untuk kembali adalah memenuhi kewajiban mereka," imbuhnya. (RM)