Syarat Iran Lanjutkan Protokol Tambahan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i92166-syarat_iran_lanjutkan_protokol_tambahan
Keputusan Iran menghentikan pelaksanaan sukarela Protokol Tambahan mengundang reaksi yang tidak rasional dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 26, 2021 12:54 Asia/Jakarta

Keputusan Iran menghentikan pelaksanaan sukarela Protokol Tambahan mengundang reaksi yang tidak rasional dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan anggota kesepakatan nuklir JCPOA mereaksi negatif langkah tersebut, dan tentu saja menolak memenuhi kewajiban kesepakatan memiliki dampak buruk bagi semua pihak.

Rakyat Iran merasakan kesulitan ekonomi ketika negara-negara Eropa dan AS tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana tercantum dalam kesepakatan nuklir. Langkah Tehran untuk menutupi kerugiannya juga tidak akan membuat pihak lain senang.

Berdasarkan undang-undang yang disahkan oleh Parlemen Iran, pelaksanaan sukarela Protokol Tambahan dihentikan sejak 23 Februari 2021, dan negara ini mempertahankan kerja samanya dengan IAEA hanya dalam konteks Perjanjian Perlindungan (Safeguard Agreement).

Iran dan IAEA pada 21 Februari lalu mencapai sebuah kesepakatan teknis sementara yang berlaku selama tiga bulan, dan sebenarnya langkah ini kembali memperlihatkan itikad baik Republik Islam kepada dunia. IAEA mengakui bahwa kegiatan nuklir Iran bertujuan damai dan Tehran juga berkomitmen terhadap JCPOA.

Ini semua menunjukkan pendekatan positif Iran meskipun pihak lain mengambil pendekatan yang tidak bersahabat. Pemerintah Iran kembali memberi waktu tiga bulan kepada Barat untuk memenuhi kewajiban mereka dan secara efektif membatalkan sanksi sehingga Iran dapat menikmati keuntungan ekonomi dari JCPOA.

Iran akan tetap mempertahankan posisinya dan sikap tidak rasional yang ditunjukkan oleh Barat, tidak akan berpengaruh pada kebijakan fundamental Republik Islam.

Esmaeil Baghaei Hamaneh.

Wakil Tetap Iran untuk Misi PBB di Wina, Esmaeil Baghaei Hamaneh dalam sebuah komentar hari Rabu (24/2/2021), menanggapi sikap tidak bersahabat Barat atas keputusan Tehran menghentikan Protokol Tambahan.

"Iran akan kembali memenuhi kewajiban kesepakatan nuklir jika AS sebagai negara pelanggar JCPOA, mengambil langkah-langkah praktis dan tindakan yang tepat," ujarnya.

Prinsip kebijakan luar negeri Iran tidak mengikuti sikap negara-negara Barat, dan Iran mengejar kepentingannya di tingkat global berdasarkan tiga prinsip penting yaitu kemuliaan, kebijaksanaan, dan maslahat.

Pada dasarnya, kesepakatan Tehran dan IAEA merupakan sebuah peluang emas bagi Eropa dan AS untuk memenuji kewajiban kesepakatan nuklir dan mencabut sanksi sehingga Iran juga kembali melaksanakan komitmen-komitmennya.

Dalam hal ini, Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Shahriar Heydari mengatakan Eropa dan AS memiliki kesempatan yang baik dan jika mereka melaksanakan kewajibannya, maka kerja sama Iran dan IAEA dalam kerangka Protokol Tambahan akan dilanjutkan.

JCPOA harus menjamin kepentingan Iran dan jika semua anggota kesepakatan nuklir melaksanakan komitmennya, maka Tehran akan membatalkan langkah-langkah baru yang diambil dalam masalah nuklir.

Namun jika Barat tetap melanjutkan tindakan yang tidak rasional, pemerintah Iran akan melaksanakan undang-undang parlemen secara penuh dan sikap politik Barat tidak akan mengendurkan tekad Tehran. (RM)