Iran Aktualita, 27 Maret 2021
-
Rahbar
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pidato Rahbar di awal tahun baru Nowruz 1400 Hs tentang isu dalam negeri dan internasional.
Selain itu, Ketua Parlemen Iran menyerukan perlawanan terhadap terorisme, 4 vaksin Corona buatan Iran siap menjalani babak baru uji klinis, dan IRGC Iran akan membangun kapal selam mulai tahun 1400 HS.
Rahbar Sampaikan Pidato di Awal Tahun Baru 1400 Hs
Di awal Tahun Baru Persia, Nowruz, 1400 Hs, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menyampaikan pidato di televisi tentang isu-isu penting Iran dan dunia.
Di awal pembukaan pidatonya, Rahbar mengucapkan selamat atas kedatangan tahun baru 1400 Hs dan mencanangkannya sebagai "Tahun Produksi: Dukungan dan Penghilang Hambatan".
Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan bahwa perekonomian Iran memiliki kapasitas dan kapabilitas yang besar untuk menjadi salah satu perekonomian paling makmur di kawasan dan dunia, jika dibarengi dengan manajemen yang kuat dan pemberantasan korupsi yang berjalan baik.
Di bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung masalah sanksi dan menganggapnya sebagai salah satu kejahatan besar yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain, karena menghalangi masuknya kebutuhan pokok seperti obat-obatan dan makanan. Namun di sisi lain, sanksi dan kejahatan yang dilakukan terhadap Iran mengandung keuntungan, jika bangsa Iran mampu mengubah ancaman ini menjadi peluang.
Dalam hal ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung aktivitas ribuan anak muda di perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan dan perusahaan manufaktur aktif yang memproduksi barang-barang yang dikenai sanksi dengan kualitas yang lebih baik dan lebih murah.
Ayatullah Khamenei menambahkan, "Di bidang ilmu pengetahuan baru, seperti teknologi nano, kita berada di jajaran negara teratas di dunia. saat ini di bidang teknologi nano dan produk berbasis nano. Selain teknologi nano, Rahbar menunjukkan capaian penting di bidang pertahanan dengan mengungkapkan, "Di bidang pertahanan, alhamdulillah, kemajuan negara semakin menonjol dan cemerlang. Kemajuan ini mencengangkan banyak orang karena produk-produk pertahanan negara ini meningkatkan koefisien keamanan luar negeri Iran. Ini sangat penting bagi negara, sebagai "Benteng Nasional"; yang akan membentengi negara dalam menjaga keamanan nasionalnya,".
Di akhir pidatonya, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyoroti isu JCPOA dan masalah regional, juga konspirasi masif AS untuk melemahkan Iran yang gagal. Beliau menekankan, "Tekanan maksimum telah gagal. Jika pemerintahan baru AS tetap melanjutkan kebijakan tersebut, maka mereka juga akan gagal, dan Iran akan menjadi lebih kuat dari hari ke hari,".
Ketua Parlemen Iran Serukan Perlawanan terhadap Terorisme
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, menganggap terorisme dan ekstremisme sebagai sebuah ancaman global yang merusak.
"Beberapa negara mengeksploitasi terorisme sebagai senjata untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri mereka," kata Ghalibaf dalam konferensi virtual bersama dengan ketua parlemen dari Afghanistan, Pakistan, Turki, Cina, dan Rusia, Kamis (25/3/2021).
"Terorisme juga sama seperti wabah Covid-19, di mana tidak mengenal batas teritorial dalam merenggut nyawa orang-orang tak berdosa," ujarnya seperti dikutip Iran Press.
Menurut Ghalibaf, pandemi Covid-19 sebagai salah satu tantangan baru, semakin menciptakan ruang bagi penyebaran terorisme dan ekstremisme kekerasan.
"Teroris memanfaatkan perpecahan, ketidakpastian, dan kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh wabah Covid-19 untuk melahirkan lebih banyak kebencian, perpecahan, radikalisasi, dan perekrutan anggota baru," ungkapnya.
"Perang terhadap terorisme dan ekstremisme – sebagai sebuah ancaman global yang merusak – membutuhkan identifikasi dan memberantas akar ideologi dari negara-negara yang mendukung mereka," kata Ghalibaf dalam konferensi dengan tema "Melawan Terorisme dan Memperkuat Hubungan Regional" itu.
Ketua Parlemen Iran menandaskan, tidak ada keraguan bahwa sanksi sepihak dan penindasan oleh Amerika Serikat di beberapa belahan dunia dan terhadap rakyat Iran, merupakan contoh nyata dari terorisme ekonomi.
Mengenai perkembangan di Afghanistan, dia mengatakan kebijakan mendasar Republik Islam Iran adalah mendukung pemerintahan yang lahir dari konstitusi dan struktur demokrasi Afghanistan.
"Kami juga memiliki penekanan khusus pada perlunya penarikan pasukan asing dari kawasan," tambahnya.
"Dengan berbagai kapasitas yang dimilikinya, Republik Islam Iran siap untuk memainkan peran konstruktif dalam pembangunan, kemakmuran, dan pembentukan tatanan keamanan yang stabil antar-kawasan," imbuh Ghalibaf.
4 Vaksin Corona Buatan Iran Siap Jalani Babak Baru Uji Klinis
Spesialis dan dokter Iran mengumumkan keberhasilan proses pengujian 4 vaksin Corona Iran.
Hamid Hosseini, Direktur Pusat Uji Klinis Universitas Ilmu Kedokteran Tehran kepada Mehr News soal kondisi terbaru uji klinis fase kedua Vaksin Cov-Iran Barekat mengatakan, relawan uji klinis di fase ini kondisi cukup stabil dan tidak menunjukkan gejala khusus.
Sementara itu, Deputi bidang Riset dan Teknologi Institut Riset Vaksin dan Serum Razi, Mohammad Hossein Fallah Mehrabadi terakit kondisi terakhir uji klinis vaksin Cov Pars mengatakan, sampai saat ini lebih dari 50 relawan telah disuntik vaksin ini dan mereka tidak menunjukkan gejala khusus.
"Kami memiliki program hingga akhir bulan Farvardin 1400 HS (April), sebanyak 133 relawan akan disuntik dengan vaksin ini," tambah Mehrabadi.
Ahmad Karimi, manajer proyek vaksin Fakhra mengatakan, "Proses produksi meliputi: kultur sel, inokulasi, penyebaran, isolasi dan pemurnian, inaktivasi dan formulasi yang dilakukan dalam waktu singkat, kemudian dilakukan uji hewan dan berbagai uji kendali mutu lainnya."
Ketua Institut Pasteur Iran, Alireza Biglari saat menyinggung kondisi terbaru vaksin Corona gabungan Iran-Kuba mengatakan, akan dilakukan fase ketiga vaksin Pasteur di paruh kedua bulan Farvardin (April), di mana fase finalnya juga akan dilakukan terhadap 25 ribu relawan di tujuh provinsi Iran.
Empat vaksin Corona buatan Iran saat ini tengah diuji coba terhadap manusia, di mana menurut data akan memasuki fase baru di bulan Farvardin 1400 HS.
HAM, Alat Politik AS Menekan Iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan Republik Islam menolak resolusi yang diajukan sekelompok negara Barat terhadap Iran pada sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB ke-46, karena bersifat politis dan tidak memiliki dasar hukum internasional yang memadai.
Saeed Khatibzadeh hari Rabu (24/3/2021) mengatakan bahwa resolusi Dewan Hak Asasi Manusia yang tendensius terhadap Iran disahkan dengan suara lemah, namun pada saat yang sama Pelapor Khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk Iran tidak menyinggung kematian puluhan anak tak berdosa dan ratusan pasien menderita karena kesulitan mengakses obat-obatan dan peralatan medis akibat sanksi.
Resolusi Dewan Hak Asasi Manusia terhadap Iran, disetujui dengan 21 suara mendukung, 12 menentang dan 14 abstain. Resolusi ini tidak berbeda dengan sebelumnya yang bertujuan untuk memperpanjang mandat Pelapor Khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk Iran.
Kontradiksi yang jelas dalam posisi dan tindakan deklaratif negara-negara yang mengejar dan menyetujui resolusi anti-Iran di Dewan Hak Asasi Manusia memperlihatkan biasnya langkah Barat dengan mengambil pendekatan politik dan instrumental dalam meninjau masalah hak asasi manusia Iran.
Mengabaikan pelanggaran yang jelas atas hak untuk hidup dan akses terhadap pengobatan ribuan warga Iran di puncak epidemi Corona, karena sanksi AS yang meluas dan diikuti beberapa negara Eropa, tidak dapat menjadikan Barat sebagai pihak pembela hak.
Selama satu dekade terakhir, beberapa anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah bersikeras untuk melanjutkan pendekatan politik dengan menuduh secara sepihak terjadinya pelanggaran HAM masif di Iran. Tapi pada saat yang sama mengabaikan pelanggaran HAM terhadap Iran yang dilakukan negara-negara Barat sendiri, terutama dengan sanksi lalimnya.
IRGC Iran akan Bangun Kapal Selam Mulai Tahun 1400 HS
Kepala Organisasi Industri Maritim Kementerian Pertahanan Iran, Laksamana Muda Amir Rastegari mengatakan pembangunan kapal selam ringan dan semi-berat untuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan dimulai pada tahun 1400 Hijriah Syamsiah.
"Di bidang kapal selam, Angkatan Laut Republik Islam Iran telah menggunakan kapal selam ringan dan semi-berat yang dibangun di dalam dan di luar negeri," ujarnya dalam wawancara dengan IRNA, Senin (22/3/2021).
Laksamana Muda Rastegari menjelaskan mulai tahun 1400 HS (21 Maret 2021), kami akan mulai membangun kapal selam ringan dan semi-berat untuk Angkatan Laut IRGC dan mereka akan memiliki kapal selam sendiri dalam beberapa tahun mendatang.
"Saat ini, tidak hanya Organisasi Industri Maritim tetapi juga semua organisasi di bawah Kementerian Pertahanan Iran tidak mendapat bantuan dari negara asing dalam proses produksi," tambahnya.
Industri pertahanan Iran mencapai kemajuan dan kemandirian di berbagai bidang meskipun negara ini menghadapi sanksi selama empat dekade.(PH)