Debat Kedua Capres Iran, Ajang Adu Gagasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i98702-debat_kedua_capres_iran_ajang_adu_gagasan
Debat kedua pemilu presiden Iran sukses dilaksanakan pada Selasa (8/6/2021) sore. Acara ini disiarkan oleh beberapa stasiun televisi dan radio milik Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB).
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jun 09, 2021 15:03 Asia/Jakarta
  • Debat kedua capres Iran.
    Debat kedua capres Iran.

Debat kedua pemilu presiden Iran sukses dilaksanakan pada Selasa (8/6/2021) sore. Acara ini disiarkan oleh beberapa stasiun televisi dan radio milik Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB).

Tujuh capres Iran memaparkan pandangannya dan menjawab bermacam pertanyaan selama diskusi yang berlangsung dalam dua sesi. Ada beberapa perbedaan antara debat pertama dan kedua pilpres Iran dari segi substansi.

Pertama, para capres menahan diri dari mengangkat isu-isu yang tidak penting dan berfokus pada substansi utama debat. Hal ini membuat debat kedua lebih menarik dan lebih dekat dengan tujuan pertarungan pemilu.

Kedua, ruang lingkup diskusi terbuka lebar dalam bentuk tanya jawab di antara para capres. Selama durasi tiga jam, mereka mengadu ide dan pandangannya seputar tema-tema yang diperdebatkan.

Tema yang dibahas antara lain dampak kebijakan luar negeri pada ekonomi, kesepakatan nuklir JCPOA, masalah pengangguran, inflasi, persoalan kaum muda, perumahan, kemiskinan, kesenjangan sosial, masalah kesehatan, tingkat pertumbuhan penduduk, dan isu-isu yang terkait dengan profesi guru dan kaum buruh, masalah budaya, sosial, dan etnis minoritas, dan agama.

Meski demikian, debat kedua juga tidak lepas dari beberapa serangan yang bersifat personal, di mana beberapa capres menilai hal ini sebagai perilaku yang tidak bermoral.

Banyak yang percaya bahwa salah satu tahapan yang paling menarik dan menentukan bagi seorang capres adalah cara ia tampil dan kepiawaiannya dalam acara debat.

Acara debat khususnya dalam pilpres, sudah menjadi sebuah fenomena umum di berbagai negara. Debat capres di Amerika Serikat termasuk salah satu pentas politik yang dinanti oleh banyak orang. Namun, debat capres AS pada 2020 lalu telah menjadi sebuah kontroversi yang memalukan.

Para capres Iran.

Debat capres juga dapat ditemukan di negara-negara seperti Korea Selatan, Prancis, dan Rusia. Di beberapa negara seperti Argentina, para capres wajib mengikuti acara debat. Tunisia adalah satu contoh lain di mana selain kandidat, jurnalis dan pendukung mereka juga berdebat.

Tujuan dari debat adalah untuk memperketat persaingan yang berbasis pada data dan argumen, mengidentifikasi kemampuan dan pengalaman para calon dalam mengelola masalah, serta cara mereka melaksanakan tanggung jawab yang besar.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei meminta para capres untuk tidak mengubah kontestasi pemilu menjadi medan perang kekuasaan dan serangan yang penuh hinaan, seperti apa yang terjadi di AS dan beberapa negara Eropa.

“Di masa lalu, negara menanggung kerugian setiap kali metode pembunuhan karakter, fitnah dan menakut-nakuti masyarakat dari capres lain dalam acara debat dan kampanye pemilu,” tambahnya.

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa menjaga etika Islam dalam debat dan wawancara akan membuat masyarakat mengambil keteladanan.

Wajar jika debat terkadang mengarah pada pembuktian atau penolakan rasional terhadap pandangan pihak lain, tetapi bagaimanapun juga, kepatuhan pada etika politik adalah syarat pertama debat. Sekarang, pandangan rakyat Iran tertuju pada acara debat pamungkas yang akan digelar pada 12 Juni mendatang. (RM)