Atasi Tingginya Biaya Hidup Jadi Fokus Utama Pemerintahan Anwar Ibrahim
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i134266-atasi_tingginya_biaya_hidup_jadi_fokus_utama_pemerintahan_anwar_ibrahim
Biaya hidup akan jadi fokus utama Perdana Menteri baru Malaysia Anwar Ibrahim. Ia dilantik pada Kamis (24/11) kemarin.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 26, 2022 18:44 Asia/Jakarta
  • PM Malaysia Anwar Ibrahim
    PM Malaysia Anwar Ibrahim

Biaya hidup akan jadi fokus utama Perdana Menteri baru Malaysia Anwar Ibrahim. Ia dilantik pada Kamis (24/11) kemarin.

Menduduki kursi kepala pemerintahan Anwar berhadapan dengan setumpuk pekerjaan rumah. Beberapa yang menyita perhatian, di samping tingginya biaya hidup, ialah lambatnya pertumbuhan ekonomi dan perpecahan di masyarakat usai pemilu.
 
Oleh sebab itu, Anwar menyatakan pemerintahannya akan dengan sekuat tenaga memperbaiki perekonomian di Malaysia. Rencananya Anwar bakal membentuk kabinet ramping agar bisa bekerja lebih fokus.
 
"Prioritas utama saya adalah mengatasi (tingginya) biaya hidup," ucap Anwar pada konferensi pers pertamanya seperti dikutip dari Reuters.
 
Sementara itu, terkait kapan kabinet terbentuk Anwar belum bisa memastikan. Ia hanya menyatakan, akan memiliki dua deputi Perdana Menteri.
 
Dalam kesempatan itu, Anwar turut memastikan pemerintahannya didukung Koalisi Barisan Nasional dan partai-partai dari wilayah Malaysia di Kalimantan. Jabatan deputi PM akan diberikan Anwar kepada dua kelompok itu.
 
Jalan Panjang Anwar
 
Perjalanan Anwar demi menjadi PM pada akhir 2022 ini sama sekali tidak. Meski koalisi pimpinannya berhasil meraih suara terbanyak, tetapi gagal mencapai ambang batas kursi demi membentuk pemerintahan.
 
Sampai kurang lebih empat hari setelah pemilu pada akhir pekan lalu, pemerintahan Malaysia masih kosong.
 
Tidak ingin kekosongan pemerintahan berlangsung lama, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah dari Pahang turun tangan. Ia menunjuk Anwar jadi PM ke-10 di Malaysia pada Kamis kemarin.
 
Penunjukan ini ternyata belum membuat tensi politik Malaysia turun. Koalisi Perikatan Nasional di bawah eks PM Muhyiddin Yassin belum mengakui kekalahan.
 
Muhyiddin, yang disokong partai-partai Islam, meminta Anwar membuktikan bahwa mendapat dukungan mayoritas di parlemen Malaysia. (Kumparan.com)