Mahathir Peringatkan Intervensi Kekuatan Besar di Asia Tenggara
-
PM Malaysia Mahathir Mohamad
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dalam statemen terbarunya, kepada para petinggi negara-negara ASEAN memperingatkan segala bentuk intervensi kekuatan besar dan asing di kawasan ini dan urusan internal negara anggota ASEAN.
PM Malaysia dalam statemennya mengatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara harus mencegah pengaruh kekuatan besar di urusan internal kawasan ini. Intervensi kekuatan asing dan besar akan menimbulkan dampak merugikan termasuk meletusnya sengketa dan kian kuatnya persaingan senjata di kawasan ini.
Seraya mengisyaratkan bukti sejarah atas hasil intervensi kekuatan besar di Timur Tengah, Mahathir menekankan, jika negara-negara Asia Tenggara tidak mencegah pengaruh mereka, maka negara ini juga akan ditekan untuk meningkatkan perlombaan senjata dan saling berperang. Menurutnya salah satu dampaknya adalah melemahkan ASEAN.
Mahathir menekankan, Malaysia tidak mendukung pihak-pihak di Asia Tenggara yang tengah bersaing dan juga tidak akan bergabung dengan aliansi militer atau kerja sama strategis di kawasan dengan kekuatan besar.
PM Malaysia menekankan, Kuala Lumpur berdasarkan prinsip tidak memihak dan netral akan tetap menjaga hubungan bersahabat dengan seluruh negara.
Amerika Serikat dan Cina selama beberapa tahun terakhir terlibat persaingan besar ekonomi dan militer di kawasan Asia-Pasifik, khususnya Laut Cina Selatan. Eskalasi tensi antara dua kekuatan besar ini dan meluasnya aktivitas militer kedua pihak di perairan kawasan menjadi salah satu kekhawatiran penting petinggi negara Asia Tenggara.
Friksi sejumlah negara kawasan dengan Cina terkait kepemilikan sebagian wilayah di Laut Cina Selatan berubah menjadi alasan kehadiran militer di perairan ini. Cina terlibat percekcokan dengan Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunai Darussalam dan Taiwan terkait kepemilikan seluruh atau sebagian wilayah Laut Cina Selatan.
Sementara itu, Amerika menilai perairan tersebut bagian dari wilayah internasional dan menekankan hak kapal perang dan kapal selamnya untuk melintasi perairan ini serta menentang pembangunan pangkalan militer oleh Cina di perairan tersebut. (MF)