Dinamika Asia Tenggara, 21 Oktober 2018
-
Bendera-negara-negara anggota ASEAN
Dinamika Asia Tenggara pekan ini menyoroti pertemuan tingkat menteri pertahanan negara-negara anggota ASEAN di Singapura, bantuan Indonesia terhadap Palestina, pelantikan Anwar Ibrahim sebagai anggota parlemen setelah kemenangannya dalam pemilu sela, dan aksi provokasi baru yang dilakukan Ashin Wirathu untuk mendukung pembersihan etnis Rohingya di Myanmar.
Negara-negara anggota ASEAN berkomitmen memperkuat kerja sama praktis untuk mengatasi tantangan keamanan bersama dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Situs Antara Jumat (19/10) melaporkan, Komitmen itu dituangkan dalam penandatanganan deklarasi bersama para menteri pertahanan se-ASEAN di sela-sela Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN atau ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) Ke-12 Tahun 2018, di Hotel Shangri-la, Singapura.
Menhan Singapura, Ng Eng Hen selaku Ketua Penyelengara ADMM, mengatakan, penandatanganan deklarasi bersama oleh Menhan ASEAN untuk menegaskan kembali kerja sama antar negara ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Dalam pelaksanaan ADMM yang dihadiri sepuluh negara ASEAN, membahas persoalan peningkatan kerja sama kontra-terorisme; mengatasi ancaman kimia, biologi, dan radiologi, dan menetapkan langkah-langkah membangun rahasia di udara dan di laut, untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
Pertemuan yang berlangsung pada 19-20 Oktober 2018 itu dihadiri sepuluh negara yang menjadi anggota ADMM, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Selain itu hadir delapan negara ADMM Plus, yakni Australia, China, Amerika, Jepang, India, Selandia Baru, Rusia dan Korea.
Indonesia berkomitmen memberikan bantuan senilai 7 juta dolar AS untuk mendukung berbagai program pembangunan Palestina. Hal tersebut dibahas oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Palestina Riad al Malki dalam konsultasi bilateral di Jakarta, Selasa, yang pertama kali dilakukan sejak kedua negara membuka hubungan diplomatik hampir 30 tahun lalu.
Sebagian besar dari total bantuan tersebut digunakan untuk meningkatkan kontribusi signifikan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dari 200 ribu dolar AS menjadi 2 juta dolar AS selama 2019-2020.
Sementara bantuan masyarakat Indonesia ke Palestina mencapai 2,92 juta dolar AS dan 2.000 ton beras. Bantuan senilai 1,3 juta dolar AS juga diberikan oleh filantropis Indonesia Tahir Foundation bagi UNRWA.
Badan Zakat Nasional (Baznas) juga akan memberikan bantuan dana kepada UNRWA dan Jordan Hashemite Charity Organization untuk pengungsi Palestina, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini tengah dalam tahap membahas rencana pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron. Total bantuan tersebut juga akan mencakup bidang peningkatan kapasitas.
Pemerintah Indonesia akan memberikan kontribusi untuk kerja sama pembangunan kapasitas sebesar 2 juta dolar AS untuk masa tiga tahun ke depan, termasuk dalam kerangka Konferensi Kerja Sama antara Negara-Negara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina (CEAPAD).

Pada 2019, Indonesia akan melatih 90 aparat dan warga Palestina di bidang pemberdayaan perempuan, pemerintahan yang baik, budidaya buah-buahan tropis, bidang pengawasan obat dan makanan serta pelatihan penerbangan dengan sertifikat Commercial Pilot License (CPL) di sekolah penerbang Indonesia.
Antara melaporkan, UNRWA menerima bantuan 150 ribu dolar AS dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pemberian bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Departemen Perencanaan Markas UNRWA Amman, Abdi Aynte, dan Wakil Ketua Baznas Zainulbahar Noor di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, disaksikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Palestina Riad al Malki.
Bantuan dari Baznas serta badan sosial dan negara yang lain menjadi sangat berarti bagi UNRWA setelah Amerika Serikat menghentikan pendanaan bagi badan PBB tersebut.
Selama ini AS menjadi donor terbesar dengan bantuan 364 juta dolar AS pada 2017, yang mencakup 30 persen dari total pengeluaran UNRWA.
UNRWA memberikan bantuan sebagian besar untuk pendidikan, perawatan kesehatan, keamanan pangan, dan hal-hal penting lainnya kepada sekitar 800 ribu warga Palestina yang terdaftar sebagai pengungsi di Tepi Barat dan 1,3 juta orang di Jalur Gaza, serta 534 ribu orang di Suriah, 464 ribu orang di Lebanon, dan dua juta orang di Yordania.
Pemimpin de facto koalisi Pakatan Harapan (PH), Anwar Ibrahim secara sah dilantik menjadi anggota parlemen Malaysia pada Senin 15 Oktober 2018.
Pelantikan itu dilakukan tepat dua hari setelah dirinya berhasil memenangi pemilu sela (pemilu yang digelar untuk mengisi kekosongan kursi) untuk menjadi Anggota Parlemen nasional, mewakili wilayah konstituensi Port Dickson, Negeri Sambilan, pada 13 Oktober 2018.
Kemenangan Anwar Ibrahim menandakan kebangkitannya di pemerintahan Negeri Jiran ini, serta untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan Malaysia dari Perdana Menteri Mahathir Mohamad --yang juga telah 'merestui' kursinya bagi mantan wakil perdana menteri Malaysia periode 1993-1998 itu.
Seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (15/10/2018), komisi pemilihan mengumumkan bahwa Anwar Ibrahim meraih total 31.016 suara dari total konstituen di kisaran 43.489 suara yang menunjukkan kemenangan mutlak Anwar.
Anwar Ibrahim juga menambahkan bahwa dirinya tetap dengan keputusan sebelumnya untuk tidak mengisi posisi Kabinet. Anwar Ibrahim diberi pengampunan oleh Raja Malaysia pada 16 Mei tahun ini, tujuh hari setelah koalisi Pakatan Harapan memenangkan pemilihan umum ke-14 pada 2018.
Salah seorang pemimpin kelompok Buddha ekstrem Myanmar dalam aksi unjuk rasanya di Yangon menyatakan dukungan terhadap militer untuk menumpas Muslim Rohingya dan memprotes masyarakat internasional karena mencoba menyeret para komandan militer negara itu ke pengadilan.
Dari Myanmar salah seorang pemimpin Buddha ekstrem negara ini, Ashin Wirathu mengajak para pendukungnya untuk menggelar demonstrasi mendukung pembersihan etnis yang dilakukan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya.
Sebelumnya PBB menuding militer Myanmar melakukan genosida terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Sejak 25 Agustus 2017 serangan militer Myanmar dan kelompok Buddha ekstrem terhadap Muslim Rohingya di Rakhine menewaskan lebih dari 6000 orang, melukai 8000 dan memaksa satu juta lainnya mengungsi ke Bangladesh.(PH)