Dinamika Asia Tenggara 31 Oktober 2018
https://parstoday.ir/id/news/other-i63656-dinamika_asia_tenggara_31_oktober_2018
Dinamika Asia Tenggara pekan ini di warnai berbagai peristiwa penting mengenai penyelenggaraan konferensi kelautan Internasional 2018 yang berlangsung di Bali. Selain itu, BUMN minyak Indonesia, PT Pertamina menyatakan akan menggunakan mata uang selain dollar sebagai alat tukar pembelian minyak mentah dari negara lain.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 31, 2018 16:13 Asia/Jakarta
  • ASEAN
    ASEAN

Dinamika Asia Tenggara pekan ini di warnai berbagai peristiwa penting mengenai penyelenggaraan konferensi kelautan Internasional 2018 yang berlangsung di Bali. Selain itu, BUMN minyak Indonesia, PT Pertamina menyatakan akan menggunakan mata uang selain dollar sebagai alat tukar pembelian minyak mentah dari negara lain.

Dari Malaysia menyajikan peristiwa mengenai usulan pembentukan bank ASEAN untuk perempuan yang disampaikan deputi perdana menteri Malaysia. Dari Myanmar, kelompok pemantau hak asasi manusia Myanmar melaporkan bahwa genosida terhadap Rohingya  di Rakhine masih terus berlanjut hingga kini.

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Kelautan Kita (OOC) 2018 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, pada 29 dan 30 Oktober 2018. Pertemuan kelima ini diikuti oleh berbagai stakeholder yang terdiri dari pemerintahan, organisasi non pemerintah (NGO), sektor swasta, tokoh masyarakat dan pengamat kelautan.

Dilaporkan, setidaknya enam kepala negara dan pemerintahan, 32 menteri, serta 1.696 delegasi hadir dalam pertemuan ini. Indonesia mendorong formulasi sistem tracking mechanism untuk memastikan realisasi komitmen yang telah dihasilkan pada Our Ocean Conference (OOC) 2018.

Image Caption

“Pada OOC 2018, kita akan memformulasikan sistem tracking mechanism untuk mengukur dan mengontrol realisasi dari semua komitmen yang dibuat oleh semua peserta. Kita tidak mau hanya sekadar berkomitmen tanpa aksi nyata,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam siaran tertulis, Selasa (30/10/2018) Sebagaimana dilaporkan Kompas.

Pada OOC yang kelima ini, Indonesia memiliki target untuk melihat sejauh mana komitmen tersebut diimplementasikan. Pada empat pertemuan OOC sebelumnya, para peserta telah membuat 663 komitmen dimana 105 komitmen telah direalisasikan.

Pertemuan OOC pertama dan kedua dilaksanakan di Amerika Serikat pada 2014 dan 2015. Kemudian, pertemuan ketiga dilaksanakan di Chili pada 2016 dan yang keempat dilaksanakan di Malta pada 2017.

Pada tahun ini, Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah OOC. Setelah Indonesia, Norwegia akan menjadi negara terpilih untuk menggelar OOC pada tahun depan.

Masih dari Indonesia, BUMN minyak Indonesia, PT Pertamina menyatakan akan menggunakan mata uang selain dollar sebagai alat tukar pembelian minyak mentah dari negara lain di tengah tergerusnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar dalam beberapa bulan terakhir.

Reuters melaporkan, PT Pertamina akan menggunakan mata uang selain dollar Amerika Serikat (AS) demi mengurangi defisit transaksi berjalan karena meningkatnya harga minyak mentah dan usaha untuk mempertahankan nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah mendekati level terendah selama beberapa bulan terakhir.

Pertamina sedang melakukan tender pembelian minyak mentah untuk periode pertama kuartal I 2019. Pertamina mencari pembeli yang ingin menggunakan mata uang selain dollar AS.

Situs Kontan melaporkan, Pertamina akan membeli 5,7 juta barel minyak dengan kategori low sulphur atau sweet yang diproduksi di Afrika Barat, Malaysia, Vietnam atau Brunei dengan menggunakan mata uang seperti euro, rupiah, yuan, yen atau riyal.

Dilaporkan, kargo minyak ini akan diolah di kilang Cilacap, Balikpapan dan ditransfer dari kapal ke kapal di Teluk Semangka untuk periode Januari hingga Maret 2019.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, Wakil PM Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail

Dari Malaysia, wakil Perdana Menteri Malaysia menyerukan pembentukan bank ASEAN untuk perempuan. Permintaan ini digulirkan Malaysia dalam sidang menteri urusan wanita dan keluarga ASEAN demi memperbaiki dan meningkatkan kemampuan perempuan di kawasan ini.

Deputi perdana menteri Malaysia, Wan Azizah wan Ismail mengungkapkan hal ini di sidang ketiga menteri ASEAN urusan perempuan dan keluarga (AMMW) di Hanoi, Vietnam.

Wan Azizah di sidang AMMW secara resmi meminta pembentukan bank ini dan menilainya sebagai langkah penting untuk membuka peluang bagi peningkatan ekonomi khususnya bagi perempuan yang aktif di sektor ekonomi di kawasan ini.

Menurutnya para bisnismen perempuan Malaysia dalam koridor proyek yang telah disusun, mendapat bantuan hutang lebih dari satu juta ringgit dan program ini dapat menjadi teladan di ASEAN untuk membentuk bank bagi perempuan.

Masih menurut Wan Azizah, bisnismen perempuan sampai saat ini di Malaysia telah menerima pinjaman dan 99,9 persennya telah berhasil mengembalikan pinjaman tersebut.

Usulan Malaysia ini menjadi agenda kerja pertemuan mendatang. Deputi perdana menteri Malaysia yang tengah berada di Vietnam dalam rangka kunjungan tiga hari, dalam dialognya dengan sejawatnya dari Hanoi dan petinggi lainnya menuntut peningkatan kerja sama bilateral.

Hubungan perdagangan Malaysia dan Vietnam di tahun 2017 meningkat 13,9 persen bila dibanding dengan tahun sebelumnya dan senilai 11,7 miliar dolar. Malaysia tercatat sebagai mitra dagang ke 13 Vietnam di dunia dan keempat di ASEAN.

Dari Myanmar, kelompok pemantau hak asasi manusia Myanmar melaporkan bahwa genosida terhadap Rohingya di negara bagian Rakhine masih terus berlanjut hingga saat ini.

"Ini sangat penting, genosida terhadap kaum muslim Rohingya masih berlanjut di Myanmar, itu belum berakhir," ujar Direktur Burma Human Rights Network (BHRN), Kyaw Win, dalam wawancara dengan Anadolu.

Ia pun mendesak masyarakat internasional, terutama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), agar memberikan tekanan lebih pada pemerintah Myanmar untuk memecahkan masalah ini sesegera mungkin.

Pengungsi Rohingya

Fakta ini bertentangan dengan klaim pemerintah Myanmar yang disampaikan pada Juni 2018 lalu mengenai janji di hadapan lembaga-lembaga internasional untuk menyiapkan prasyarat kembalinya para pengungsi Muslim Rohingya secara sukarela, aman dan permanen dari Bangladesh.

Menteri luar negeri Bangladesh dan Myanmar dilaporkan kembali mencapai kesepakatan pemulangan para pengungsi Muslim Rohingya dari kamp-kamp pengungsian di Bangladesh ke negara bagian Rakhine yang akan dimulai awal bulan November.

PBB sendiri menyebut Rohingya sebagai kaum yang paling teraniaya di dunia. Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA) melaporkan bahwa sejak bentrokan di Rakhine kembali memanas Agustus tahun lalu.

Pada 25 Agustus 2017, ekstremis Budha yang didukung tentara Myanmar menyerang Muslim Rohingya di Rakhine yang menyebabkan enam ribu orang Rohingya tewas dan delapan ribu lainnya cedera. Selain itu, sekitar satu juta orang mengungsi untuk menyelamatkan diri, terutama ke Bangladesh.

Tak hanya itu, lebih dari 34 ribu orang Rohingya dibakar, sementara lebih dari 114 ribu lainnya disiksa. Sebanyak 18 ribu perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar. Lebih dari 115 ribu rumah dibakar, dan 113 ribu lainnya dihancurkan.(PH)