Dinamika Asia Tenggara, 22 Desember 2018
https://parstoday.ir/id/news/other-i65679-dinamika_asia_tenggara_22_desember_2018
Dinamika Asia tenggara pekan ini menyoroti langkah kepolisian Indonesia menangkap 21 Tersangka Teroris menjelang Natal dan tahun baru, Indonesia meminta China Jelaskan persoalan Uighur ke dunia, Pemerintah Malaysia menuntut ganti rugi kepada Goldman Sachs Group, laporan PBB menyebutkan 15 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar, Pasukan Myanmar Gelar Operasi Militer Baru di Rakhine
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Des 22, 2018 16:51 Asia/Jakarta
  • Densus 88
    Densus 88

Dinamika Asia tenggara pekan ini menyoroti langkah kepolisian Indonesia menangkap 21 Tersangka Teroris menjelang Natal dan tahun baru, Indonesia meminta China Jelaskan persoalan Uighur ke dunia, Pemerintah Malaysia menuntut ganti rugi kepada Goldman Sachs Group, laporan PBB menyebutkan 15 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar, Pasukan Myanmar Gelar Operasi Militer Baru di Rakhine

Polisi Indonesia Tangkap 21 Tersangka Teroris

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan sebanyak 21 orang terduga teroris ditangkap selama November hingga Desember karena dianggap menjadi ancaman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019,

“Prioritas nomor satu adalah ancaman teror karena dulu pernah tahun 2000 (serangan bom ke gereja) juga 13 Mei tahun 2018 ada serangan terhadap gereja di Surabaya,” kata Tito di Mabes Polri Rabu (19/12).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Menurut Tito, ada sekitar 370 orang pelaku yang ditangkap selama satu tahun ini, dan dari jumlah tersebut antara November hingga Desember ada 21 orang sudah ditangkap dan diproses hukum.

“Mereka memang tidak berkaitan langsung dengan ancaman Natal dan Tahun Baru tetapi kita melakukan langkah yang kita anggap potensial untuk menjamin agar masyarakat aman dan yakin tidak ada serangan teror,” tegas kapolri Tito.

Indonesia Minta China Jelaskan Persoalan Uighur ke Dunia

Krisis kemanusiaan di Uighur, Xinjiang, China, menarik perhatian dunia internasional. Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meminta China menjelaskan apa yang terjadi di sana.

"Dalam dunia global dengan kecepatan arus informasi seperti saat ini, kondisi masyarakat Uighur penting untuk diketahui masyarakat dunia," kata Menag di Jakarta seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikcom dari Humas Kemenag, Rabu (19/12/2018).

"Maka akan jauh lebih baik bila pihak otoritas pemerintah RRC (Republik Rakyat China) langsung yang menjelaskan kepada masyarakat dunia agar tak menimbulkan dugaan-dugaan yang tak berdasar," lanjutnya.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin 

Menag menjelaskan pemerintah telah memanggil Dubes China di Jakarta untuk menyampaikan kepedulian Indonesia mengenai kondisi masyarakat Uighur di China.

"Kami berpandangan kebebasan beragama merupakan hak asasi manusia yang harus senantiasa dilindungi, dijaga, dan dihormati," tutur Menag.

Sebelumnya diberitakan China dihujani berbagai kritik dari masyarakat dunia atas perlakuan mereka yang dianggap menindas sejumlah besar warga suku Uighur, kelompok minoritas muslim negeri itu, antara lain dengan menahan mereka di kamp-kamp khusus.

Pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga 1 juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani apa yang disebut program 'reedukasi, atau 'pendidikan ulang'.

Pemerintah Cina membantah tudingan kelompok-kelompok HAM itu. Pada saat yang sama, ada semakin banyak bukti pengawasan opresif terhadap orang-orang yang tinggal di Xinjiang.  

Muslim Uighur Cina

Kasus 1MDB, Malaysia Tuntut Goldman Sachs

Pemerintah Malaysia menuntut ganti rugi senilai 7,5 miliar dolar dari Goldman Sachs Group Inc terkait kesepakatan perusahaan internasional ini dengan lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

CNN melaporkan, Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, mengatakan bahwa jaksa sudah mengajukan tuntutan atas mengenai peran mereka dalam tiga kali penjualan obligasi untuk 1MDB dengan nilai total mencapai 6,5 miliar dolar.

Goldman Sachs mendapatkan imbalan 600 juta dolar atas penjualan obligasi 1MDB, dan satu miliar dolar sebagai ganti rugi atas imbalan tersebut.

Sebelumnya media regional melaporkan, skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak diduga melibatkan petinggi Goldman Sachs.

Departemen Kehakiman AS menjerat tiga orang dalam kasus tersebut beberapa pekan lalu.

Kementerian Hukum AS menetapkan Tim Leissner sebagai tersangka korupsi dan konspirasi untuk melakukan pencucian uang.

Selain itu, Tim juga mengaku di depan pengadilan AS  dirinya terlibat konspirasi untuk mengambil alih 1MDB menjadi milik Goldman Sachs, dengan cara menyuap dan memberi gratifikasi kepada pejabat pemerintah Abu Dhabi dan Malaysia. Dia juga menggelapkan uang 1MDB untuk diri sendiri dan pihak lain.

PBB: 15 Ribu Muslim Rohingya Melarikan Diri dari Myanmar

Dokumentasi PBB menunjukkan bahwa proses pelarian diri Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine Myanmar terus berlanjut karena penyiksaan oleh militer terus berlanjut.

Seperti dilaporkan Reuters, Pelapor khusus PBB di Myanmar, Yanghee Lee menyatakan, sepertinya pemerintah Myanmar tidak memiliki keputusan yang serius dan benar untuk memulangkah ratusan ribu pengungsi Rohingya dari Bangladesh dan data terbaru menunjukkan pelarian 15 ribu warga Rohingya ke Bangladesh.

Ia menambahkan, banyak desa dan rumah minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine hancur dan bahkan desa-desa diratakan dengan tanah.

Dokumen PBB menunjukkan bahwa di negara bagian Rakhine masih terdapat sekitar 200 ribu minoritas Muslim Rohingya yang hidup terpencar dan mereka juga mendapat gangguan dan siksaan dari Budha ekstrim dan militer Myanmar.

Pengungsi Rohingya

Pasukan Myanmar Gelar Operasi Militer Baru di Rakhine

Pemerintah Myanmar kembali menggelar operasi militer terbaru sebagai reaksi atas penyerangan terhadap empat orang warga lokal Buddha dan dua di antaranya tewas di Rakhine.

CNN melaporkan, operasi militer tersebut dilancarkan setelah terjadi kekerasan di dekat anak sungai Pyu Ma di Maungdaw, Rakhine, pada 17 Desember lalu.

Militer menyatakan bahwa insiden tersebut pertama kali muncul setelah mereka menerima laporan bahwa dua pria Buddha di Rakhine tak kembali ke rumahnya setelah melaut.

tentara Myanmar

Pada 25 Agustus 2017, ekstremis Budha yang didukung tentara Myanmar menyerang Muslim Rohingya di Rakhine yang menyebabkan enam ribu orang Rohingya tewas dan delapan ribu lainnya cedera. Selain itu, sekitar satu juta orang mengungsi untuk menyelamatkan diri, terutama ke Bangladesh.

Pada Agustus 2018, Badan Pembangunan Internasional Ontario menyebutkan bahwa lebih dari 24.000 Muslim Rohingya dibunuh oleh tentara Myanmar sejak Agustus 2017.

Dilaporkan, lebih dari 115.000 rumah-rumah Muslim Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dihancurkan. Temuan ini telah menyingkap tingkat brutalitas tentara Myanmar dan perlakuan tidak manusiawi mereka terhadap minoritas Rohingya.