Transformasi Timur Tengah, 27 Januari 2019
https://parstoday.ir/id/news/other-i67010-transformasi_timur_tengah_27_januari_2019
Transformasi di Timur Tengah pekan lalu diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya; Tahanan Palestina Lakukan Mogok Makan, Uni Eropa Masukkan Arab Saudi ke Daftar Donatur Teroris, Suriah Memperingatkan Serangan Israel ke Wilayahnya, dan Rakyat Yaman Gelar Aksi Kenang Para Syuhada Serangan Saudi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 27, 2019 12:46 Asia/Jakarta
  • Warga Palestina ditahan di penjara Ofer oleh Israel.
    Warga Palestina ditahan di penjara Ofer oleh Israel.

Transformasi di Timur Tengah pekan lalu diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya; Tahanan Palestina Lakukan Mogok Makan, Uni Eropa Masukkan Arab Saudi ke Daftar Donatur Teroris, Suriah Memperingatkan Serangan Israel ke Wilayahnya, dan Rakyat Yaman Gelar Aksi Kenang Para Syuhada Serangan Saudi.

Tahanan Palestina Lakukan Mogok Makan

Sekitar 1.200 tahanan Palestina di penjara rezim Zionis Israel, Ofer melakukan aksi mogok makan untuk memprotes penyerangan tentara Israel terhadap para tahanan Palestina.

Setidaknya 100 tahanan Palestina terluka pada 21 Januari lalu setelah diserbu oleh tentara rezim Zionis. Mereka terluka akibat penindasan beruntun dan penyerangan yang dilakukan Israel. Asosiasi Klub Tahanan Palestina memperingatkan serangan agresif terhadap para tahanan itu, brutal dan belum pernah terjadi dalam sepuluh tahun terakhir.

Asosiasi itu mengatakan bahwa enam tahanan Palestina menderita patah tulang, 40 orang terluka di kepala dan sisanya terluka akibat tembakan peluru karet dan gas air mata oleh tentara Israel. Israel menahan 1.200 tahanan Palestina di penjara Ofer, termasuk 100 anak-anak.

Menurut data resmi Komite Urusan Tahanan Palestina, saat ini setidaknya 6.500 orang tahanan Palestina mendekam di berbagai penjara rezim Zionis. Dari jumlah tersebut, 350 orang anak-anak, 62 perempuan dan 700 orang yang membutuhkan perawatan segera.

Rezim Zionis memanfaatkan kebisuan masyarakat internasional untuk melanjutkan aksi brutalnya dan membunuh lebih banyak orang Palestina. Sekjen Komite Eksekutif PLO Palestina, Saeb Erekat menyerukan dukungan internasional kepada tahanan Palestina di penjara Israel. Dia meminta negara-negara dunia menekan Israel agar membebaskan tahanan Palestina.

"Tindakan Israel terhadap tahanan Palestina bertentangan dengan pasal 8 Statuta Roma dan standar pelayanan minimum untuk tahanan (Nelson Mandela Rules) yang telah disahkan oleh Majelis Umum PBB," ujarnya.

Surat kabar The Guardian dalam sebuah artikel "Killing With Impunity, lying Without Consequence?" yang terbit pada 22 Januari 2019 menulis, "Menurut PBB, dalam sembilan bulan terakhir tahun 2018, warga Palestina – banyak dari mereka anak-anak – terbunuh setiap harinya dalam aksi protes di sepanjang pagar pembatas Israel dengan Gaza untuk menuntut hak kepulangan pengungsi ke tanah leluhur mereka. Mereka yang terbunuh termasuk petugas medis dan jurnalis. Sebagian besar orang tua yang tidak bersenjata dan tidak membahayakan siapa pun."

Namun, Israel tetap melanjutkan kebijakan amoral dan melanggar hukum dengan menembakkan gas air mata, melukai, dan membunuh pengunjuk rasa Palestina, termasuk mereka yang tidak menimbulkan ancaman apapun.

Uni Eropa Masukkan Arab Saudi ke Daftar Donatur Teroris

Uni Eropa memasukkan nama Arab Saudi ke dalam rancangan daftar negara-negara yang menjadi ancaman bagi blok tersebut, karena dugaan kendali mereka terhadap pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Sumber Uni Eropa dan Saudi mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat (25/1/2019) bahwa Komisi Eropa telah menambahkan Riyadh ke daftar hitamnya berdasarkan kriteria yang digunakan oleh Gugus Tugas Aksi Keuangan (FATF).

Keputusan Uni Eropa memasukkan Arab Saudi ke dalam daftar hitamnya memerlukan dukungan dari 28 negara anggota sebelum diadopsi secara resmi pekan depan.

Arab Saudi berada di bawah tekanan internasional atas kasus pembunuhan jurnalis kritis, Jamal Khashoggi di konsulat mereka di Istanbul, Turki pada Oktober 2018. Pembunuhan itu secara luas diyakini diperintahkan oleh Putra Mahkota, Pangeran MaMohammed bin Salman yang didukung Gedung Putih.

Riyadh telah berusaha untuk menjauhkan bin Salman dari kasus tersebut meskipun para senator AS dan CIA berkesimpulan bahwa ia berada di balik pembunuhan itu.

Sementara itu, seorang ahli PBB yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan Khashoggi, mengatakan dia telah meminta akses ke konsulat Riyadh di Istanbul, di mana kritikus Saudi itu dibunuh secara brutal, tetapi belum mendapat tanggapan dari Riyadh.

Agnes Callamard, pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar proses hukum, menuturkan pada hari Sabtu (26/1/2019) bahwa ia telah meminta izin untuk mengunjungi konsulat Saudi, tempat Khashoggi dibunuh, dan juga untuk bertemu dengan duta besar Saudi untuk Turki, tetapi belum memperoleh jawaban dari pemerintah Saudi.

Sebelum ini, penyelidik PBB mengumumkan bahwa ia akan melakukan penyelidikan internasional yang independen atas pembunuhan Khashoggi, yang dimulai dengan kunjungan ke Turki dari tanggal 28 Januari hingga 3 Februari mendatang.

Serangan Israel terhadap sebuah bandara sipil di dekat Damaskus. 

Suriah Memperingatkan Serangan Israel ke Wilayahnya

Pemerintah Suriah kembali menulis surat protes kepada PBB yang mendesak badan dunia ini mengambil langkah tegas dan mengakhiri tindakan agresi Israel ke wilayahnya. Menurut Damaskus, tindakan Tel Aviv bertujuan untuk memperpanjang krisis di Suriah.

Dalam surat terpisah yang dikirim kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan kepala Dewan Keamanan, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengatakan serangan udara Israel adalah upaya untuk memberikan dukungan moral kepada para teroris, yang tunduk pada Tel Aviv.

Kemenlu Suriah mencatat bahwa serangan Israel juga dilakukan dalam upaya untuk melarikan diri dari krisis internal yang meningkat. "Suriah menegaskan bahwa perilaku agresif Israel yang berbahaya tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan mutlak dari pemerintah AS dan kekebalan yang diberikan oleh Washington dan anggota Dewan Keamanan lainnya," tegas surat tersebut.

Pemerintah Suriah memperingatkan bahwa pihaknya dapat menggunakan haknya untuk merespons serangan udara Israel terhadap sebuah bandara sipil di dekat Damaskus, dengan menyerang bandara Ben Gurion di Tel Aviv jika Dewan Keamanan PBB gagal memikul tanggung jawabnya dan bertindak melawan agresi Zionis.

Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Al Ja'afari mengatakan bahwa dukungan mutlak yang diberikan oleh beberapa anggota tetap Dewan Keamanan yaitu; Amerika, Inggris, dan Perancis, telah mendorong Israel untuk melanjutkan serangan di Suriah dan menghalangi seluruh badan PBB dari memikul tanggung jawabnya.

Rakyat Yaman Gelar Aksi Kenang Para Syuhada Serangan Saudi

Ribuan warga Yaman berdemonstrasi di jalan-jalan kota Sa'ada di Yaman untuk memperingati orang-orang yang gugur dalam serangan Arab Saudi, yang bertepatan dengan Hari Syuhada.

Seperti dilaporkan televisi Al Masirah Yaman, Jumat (25/1/2019), para demonstran menekankan kesiapan mereka untuk melawan pendudukan asing dan kebijakan Amerika Serikat di kawasan.

Para pengunjuk rasa juga menyatakan tekad mereka untuk menentang sanksi, melawan agresi yang dilakukan Saudi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggagalkan konspirasi musuh.

Pada kesempatan itu, Pemimpin Gerakan Ansarullah, Abdul-Malik Badreddin Al Houthi meminta rakyat Yaman untuk melanjutkan perlawanan terhadap penjajah.

"Orang-orang munafik dan mereka yang melakukan kejahatan besar, menjalankan skenario yang dirancang oleh kekuatan arogan. Musuh menggunakan semua metode untuk melemahkan tekad bangsa kita dalam menghadapi agresi," ungkapnya. (RM)