Dinamika Asia Tenggara, 12 Oktober 2019
-
Menlu Indonesia dan Singapura
Dinamika Asia Tenggara sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Singapura di berbagai bidang.
Selain itu, Malaysia mengangkat isu asap karhutla di forum ASEAN, Mahathir akan menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Anwar Ibrahim pada pertengahan 2020, dan warga Inggris diculik di wilayah selatan Filipina.
Indonesia dan Singapura Tingkatkan Kerja Sama Bilateral
Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sejumlah bidang seperti keamanan, ekonomi dan pendidikan.
Pertama, Indonesia menyambut kerangka negosiasi untuk 'fight information region' (FIR atau kendali ruang udara) yang sudah disepakati kedua negara. Indonesia menghormati posisi Singapura untuk mengawasi wilayah udaranya, maka tim teknis kami sudah memulai negosiasi dan saya mendorong agar dipercepat.
Kedua, untuk meningkatkan kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara dalam pengelolaan likuiditas valas.
Ketiga, Presiden menyambut meningkatnya perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan kawasan industri Kendal dan Nongsa Digital Park di Batam.
Keempat, kedua negara sepakat untuk mendorong kerja sama bilateral di bidang investasi dan perdagangan.
Kelima, di bidang infrastruktur, Indonesia menawarkan kerja sama pendanaan infrastruktur termasuk kereta api Makassar-Parepare dan bandara Labuan Bajo.
Keenam, kedua negara meningkatkan pendidikan vokasi termasuk operasionalisasi politeknik Kendal dan RISING (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.
Ketujuh, Indonesia sepakat untuk mendorong ekonomi digital di bidang fintech (financial technology, e-commerce, layanan data, pengembangan 'techno park' dan 'regional innovation hub)
Sedangkan PM Lee Hsien Long mengatakan bahwa tali ekonomi Indonesia-Singapura semakin menguat dengan Singapura juga adalah investor terbesar Indonesia sejak 2014. Buktinya, kawasan industri Kendal telah bernilai 800 juta dolar AS dengan 60 perusahaan dan diperkirakan menciptakan 7 juta lapangan kerja.
Malaysia Angkat Isu Asap Karhutla di Forum ASEAN
Pemerintah Malaysia mengangkat masalah asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) di Kamboja.
CNN Indonesia melaporkan, Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin mengatakan isu bakal diangkat di dalam forum ASEAN oleh wakilnya, Isnaraissah Munirah Majilis.
Kementerian Lingkungan Kamboja yang menjadi tuan rumah dan penyelenggara pertemuan ini, sejumlah permasalahan yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah perubahan iklim, kota yang ramah lingkungan, konservasi keragaman hayati, menjaga laut dan wilayah pesisir, pendidikan lingkungan, manajemen sumber daya air, dan manajemen limbah kimia dan berbahaya.
Pada September lalu, Malaysia mengeluh karena ikut terdampak kabut asap yang sebagian besar berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Meski demikian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menyatakan empat perusahaan Malaysia terlibat dalam karhutla.
Pertengahan 2020, Mahathir Serahkan Jabatan PM
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad akan menyerahkan jabatan kepada Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim pada pertengahan 2020 mendatang.
Situs CNN melaporkan, pernyataan ini disampaikan Anwar seusai mengikuti tahlilan 28 hari kepergian mendiang Presiden RI Ke-3 BJ Habibie di Jakarta pada Rabu (9/10).
Anwar mengatakan bahwa penyerahan kekuasaan itu sesuai dengan kesepakatan dia dan Mahathir sebelum gelaran pemilihan umum Malaysia Mei 2018 lalu.
Meskipun demikian, Anwar tidak bersedia menjelaskan tanggal dan bulan pengambilalihan jabatan PM itu akan berlangsung.
Semasa kampanye pemilu tahun lalu, Mahathir dan Anwar sepakat bersatu dalam koalisi Pakatan Harapan untuk mengalahkan mantan Perdana Menteri, Najib Razak, dan koalisi berkuasa saat itu, Barisan Nasional.
Dengan alasan saat itu Anwar masih berada di penjara, Mahathir berjanji akan menjadi PM sementara jika menang pemilu.
Warga Inggris Diculik di Filipina
Milisi bersenjata di Filipina kembali menculik warga asing yang berada di negara ini.
CNN melaporkan, seorang lelaki berkebangsaan Inggris dan istrinya yang merupakan warga Filipina dilaporkan diculik oleh sekitar empat orang pria bersenjata ketika sedang berwisata di kota Tukuran, Zamboanga del Sur.
Otoritas keamanan Filipina menyatakan para pelaku membawa pistol dan menculik Allan Hyrons bersama istrinya, Wilma, kemudian dibawa kabur dengan sebuah perahu motor.
Aksi penculikan dengan uang tebusan marak terjadi di wilayah selatan Filipina yang diduga dilakukan berbagai kelompok bersenjata.
Masalah yang berlangsung sejak lama ini berdampak buruk terhadap sektor pariwisata serta perdagangan dan penanaman modal, terutama di wilayah pedesaan yang terpencil dengan tingkat keamanan rendah.
Meskipun militer Filipina terus melakukan aksi penumpasan kelompok separatis bersenjata seperti Abu Sayyaf yang berdampak menurunkan tingkat penculikan bermotif uang tebusan, tetapi aksi serupa masih terus terjadi.
Sebelumnya, tiga nelayan WNI dilaporkan diculik saat melaut di perairan negara bagian Sabah, Malaysia yang dekat dengan perbatasan laut Filipina.(PH)