Dinamika Asia Tenggara, 29 November 2019
-
anggota kelompok teroris Daesh dari Malaysia
Dinamika Asia Tenggara sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya dukungan pemerintah Indonesia terhadap pemberdayaan perempuan di Afghanistan.
Selain itu, masalah kelompok teroris Daesh yang berusaha menjadikan Asia tenggara sebagai basisnya, presiden Korsel meminta dukungan perdamaian Korea dari Malaysia, pengungsi Rohingya di Malaysia dan Filipina berhasil membebaskan sandera warga Inggris dari cengkeraman Abu Sayyaf.
Indonesia Dukung Pemberdayaan Perempuan Afghanistan
Indonesia mendorong pemberdayaan perempuan Afghanistan untuk lebih aktif menjadi mediator dan negosiator perdamaian di negaranya.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi memandang kaum perempuan, termasuk perempuan Afghanistan, memiliki andil besar dalam menciptakan perdamaian yang inklusif.
"Dialog sangat penting antara orang-orang Afghanistan, terutama antara perempuan Afghanistan dari berbagai latar belakang, karena kami percaya perempuan merupakan aktor penting dalam menciptakan perdamaian dan pembangunan yang inklusif,"kata Retno saat membuka dialog antara pemerintah Indonesia dan perempuan Afghanistan di Jakarta, Jumat (29/11).
Dalam acara itu, pemerintah Indonesia mengundang sedikitnya 38 perempuan Afghanistan dari berbagai latar belakang. Beberapa perempuan berasal dari wilayah perkotaan, sementara yang lainnya dari pedesaan.
Menteri Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Hasina Safi, juga turut hadir dalam acara tersebut.
Menurut Retno, setidaknya ada sejumlah elemen yang patut diperhatikan pemerintah Afghanistan agar program pemberdayaan perempuan bisa sukses membantu perdamaian di negara itu.
Pertama, pemberdayaan perempuan harus dibarengi dengan perbaikan fasilitas dan akses pendidikan bagi kaum perempuan Afghanistan.
Kedua, setiap kalangan masyarakat Afghanistan juga harus bisa mendukung pemberdayaan perempuan dalam kehidupan sosial di negaranya.
Ketiga, dukungan masyarakat, keluarga, dan pemerintah dalam bentuk kebijakan juga berdampak terhadap kesuksesan pemberdayaan perempuan tersebut.
Sementara itu, Menteri Informasi dan Kebudayaan Afghanistan menyambut baik komitmen dan kontribusi Indonesia selama ini dalam membantu proses perdamaian di negaranya.
Ia berharap inisiatif Indonesia ini bisa menjadi pembuka jalan agar masyarakat terutama kaum perempuan Afghanistan bisa lebih berkontribusi dalam merealisasikan perdamaian bagi mereka sendiri.
Mendagri Malaysia: Waspadai Plot Daesh Jadikan Asia Tenggara Basis!
Pemerintah Malaysia menyerukan kewaspadaan bersama negara-negara di Asia Tenggra atas potensi perubahan target opeerasi kelompok teroris Daesh dari Timur Tengah ke Asia Tenggara pasca kematian pemimpinnya, Abu Bakr Al-Baghdadi di Suriah.
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin di hadapan peserta Plenary Session of 13th ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime di Bangkok, Thailand mengatakan Malaysia senantiasa siaga menghadapi ancaman yang ditimbulkan mantan milisi kelompok teroris Daesh yang pulang ke negara asalnya, termasuk kawasan Asia Tenggara.
"Kami percaya bahwa kematian al-Baghdadi akan membuka babak baru operasi teror ISIS. Setelah kehilangan banyak wilayah di Suriah dan Irak, ISIS juga mencari basis baru," kata Muhyiddin dalam pertemuan para menteri ASEAN di Bangkok, Thailand, dilansir The Straits Times baru-baru ini.
Muhyiddin juga menjelaskan Malaysia telah berhasil menggagalkan 25 rencana serangan teror Daesh dan menangkap lebih dari 512 orang yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok teroris itu selama enam tahun terakhir.
Presiden Korsel Minta Dukungan Perdamaian Korea dari Malaysia
Presiden Korea Selatan, Moon Jae In bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Seoul dalam jamuan makan siang hari Kamis (28/11).
Kedua pemimpin membahas cara-cara untuk mengembangkan kemitraan dalam revolusi industri keempat, langkah meningkatkan ikatan industri pertahanan dan memajukan negosiasi perjanjian perdagangan bebas (FTA).
Moon juga meminta dukungan Malaysia untuk proses perdamaian Korea.
Sebelumnya, mereka bertemu dalam KTT ASEAN-Republik Korea yang berlangsung di Busan hari Senin dan Selasa, 25-26 November 2019.
5000 Pengungsi Rohingya Berada di Melaka
Majelis Negara Melaka menyatakan sekitar 5.000 pengungsi Rohingya berada di wilayahnya. Namun, Ketua Menteri Melaka, Adly Zahari mengatakan sesuai Dewan Rohingya Malaysia (MRM) tidak semua terdaftar di Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).
"MRM bergerak dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan data tentang para pengungsi dan mewakili komunitas Rohingya untuk bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga internasional," kata Adly Zahari dilansir situs Bernama hari ini.
Dia juga menjelaskan sekitar 2.139 pengungsi Rohingya telah mendaftar di UNHCR.
Pemerintahan negara bagian Melaka telah mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah sosial di antara para pengungsi Rohingya di negara bagian dengan menciptakan kelompok khusus untuk mereka, yaitu di Tanjung Minyak.
Selain itu, pemerintahan Melaka juga menyediakan tempat dan kurikulum pendidikan khusus untuk anak-anak pengungsi Rohingya tentang pengetahuan akademik, agama, dan keterampilan dasar berdasarkan Pasal 22 Konvensi Pengungsi 1951.
Minoritas Muslim etnis Rohingya yang sebagian besar berada di Rakhine menuju tanah kelahirannya menuju negara lain, terutama Bangladesh sebagai negara terdekat, untuk menyelamatkan diri dari gelombang kekerasan kelompok ekstrem Budha dan represi tentara Myanmar.
Filipina Berhasil Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
Militer Filipina berhasil membebaskan seorang warga Inggris Alan Hyron, bersama istrinya, Wilma yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf selama dua bulan terakhir.
Aksi penyelamatan kedua sandera itu terjadi setelah militer Filipina terlibat baku tembak dengan Abu Sayyaf di selatan Pulau Jolo, yang menjadi basis kuat kelompok milisi separatis itu.
Juru bicara militer regional Filipina, Arvin Encinas mengklaim tidak ada uang tebusan yang dikeluarkan untuk membebaskan kedua sandera.
Kedutaan Inggris di Manila membenarkan bahwa Alan dan Wilma telah dibebaskan.
Alan dan Wilma disandera Abu Sayyaf ketika berlibur di sebuah resort di selatan Pulau Mindanao pada 4 Oktober lalu.(PH)