Dimensi Serangan Terbaru AS ke Pangkalan Al Hashd Al Shaabi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i100184-dimensi_serangan_terbaru_as_ke_pangkalan_al_hashd_al_shaabi
Jet-jet tempur AS menyerang basis dukungan dan logistik Brigade ke-14 Al Hashd Al Shaabi Irak di perbatasan negara ini dengan Suriah Senin (28/6/2021) yang menyebabkan empat orang pasukan Irak gugur.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Jun 29, 2021 20:07 Asia/Jakarta
  • Dimensi Serangan Terbaru AS ke Pangkalan Al Hashd Al Shaabi

Jet-jet tempur AS menyerang basis dukungan dan logistik Brigade ke-14 Al Hashd Al Shaabi Irak di perbatasan negara ini dengan Suriah Senin (28/6/2021) yang menyebabkan empat orang pasukan Irak gugur.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang tindakan AS tersebut.

Pertama, Presiden AS Joe Biden secara langsung telah memerintahkan serangan terhadap posisi Al Hashd Al Shaabi yang diumumkan secara resmi oleh Pentagon. Dengan demikian, pemerintah AS telah menyerang sebuah organisasi keamanan resmi dan membunuh sejumlah orang, tapi mengklaim kehadiran tentaranya di neara Arab itu ini untuk menjaga keamanan Irak.

Kedua, langkah AS telah memicu reaksi luas dari pemerintah, pejabat dan kelompok Irak. Pihak berwenang Irak menekankan bahwa pemerintah AS telah melanggar kedaulatan negara ini karena serangan tersebut dilancarkan di dalam Irak terhadap kekuatan militer resmi.

Ketiga, Amerika Serikat mengklaim bahwa serangan terhadap Al Hashd Al Shaabi adalah pembalasan dan tindakan pencegahan yang dilakukan sebagai tanggapan atas serangan terhadap konsulat AS di Erbil, ibu kota daerah otonomi Kurdistan Irak 

Juru Bicara Pentagon, John Kirby mengatakan, "Serangan tersebut menunjukkan bahwa Presiden AS, Joe Biden serius dalam melindungi personel AS. Sehari sebelum serangan, sebuah daerah di dekat kota Erbil, tempat konsulat AS berada, menjadi sasaran tiga drone peledak. Biden telah menyerukan lebih banyak aksi militer sebagai tanggapan atas serangan yang menargetkan kepentingan AS di Irak,".

Klaim ini disampaikan Kirby di saat Amerika Serikat tidak memberikan bukti apa pun yang menunjukkan bahwa pasukan Al Hashd Al Shaabi melakukan serangan semacam itu. 

 

 

Keempat, tampaknya tindakan AS dipicu kemarahannya terhadap posisi militer Al Hashd Al Shaabi di Irak. Serangan AS terhadap Al Hashd al Shaabi kurang dari sehari setelah parade militer besar yang sukses berhasil digelar pasukan Al Hashd Al Shaabi di provinsi Diyala yang memperlihatkan kekuatan militernya.

Langkah AS ini mengindikasikan Washington tidak menerima kemajuan militer dari Al- Hashd Al Shaabi sebagai kekuatan perlawanan yang sangat menentang kehadiran militer AS di Irak.

Padahal, aksi AS tersebut merupakan reaksi terhadap parade militer besar. Juru bicara koalisi Al-Fatah Ahmad al-Assadi dalam cuitannya di Twitter menulis," Serangan brutal oleh pejuang Amerika terhadap Brigade Mujahidin ke-14 di al-Qaim (perbatasan Bokamal) adalah karena keputusasaan mereka untuk mengisolasi  Al Hashd al Shaabi setelah parade militer besar terjadi yang  membuktikan bahwa al-Hashd adalah pasukan resmi yang membela Irak dan rakyatnya dari serangan musuh."

Kelima, serangan AS terhadap posisi mobilisasi populer telah menunjukkan bahwa klaim Washington bahwa mereka memiliki kehadiran militer di Irak untuk memerangi terorisme tidak benar. Perang melawan terorisme sebagai kedok untuk melindungi militer Amerika di Irak, dan tujuan utamanya untuk melemahkan poros perlawanan di kawasan,  terutama di Irak.

Keenam, langkah AS akan meningkatkan ketegangan antara militer AS dan kelompok perlawanan karena kelompok perlawanan dengan suara bulat menyatakan kesiapan mereka untuk membalas dendam.

Menanggapi serangan AS, Kataib Sayid Al-Yuhada Irak menyatakan mulai sekarang, kita telah memasuki perang yang kejam dengan penjajah Amerika. Di sisi lain, tindakan AS membuktikan bahwa implementasi resolusi 5 Januari 2020 Parlemen Irak tentang pengusiran pasukan AS merupakan kebutuhan yang tak terbantahkan bagi Irak.(PH)