Safi al-Din: AS dan Saudi Gagal dalam Memperlemah Hizbullah
-
Sayid Hashim Safi al-Din.
Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon, Sayid Hashim Safi al-Din mengatakan sanksi Amerika Serikat dan hasutan tentara bayarannya tidak akan membuat rakyat Lebanon meninggalkan kelompok perlawanan.
Dikutip dari Alahad TV, Safi al-Din pada hari Minggu (8/8/2021) menuturkan tujuan dari tekanan terhadap mata pencaharian dan ekonomi Lebanon adalah untuk memaksa masyarakat berteriak bahwa kami tidak menginginkan lagi perlawanan, sesuatu yang tidak akan pernah terjadi di tengah masyarakat Lebanon yang kuat.
“Kami sepenuhnya percaya pada masyarakat kami. Kami yakin bahwa mereka yang telah bersabar selama beberapa dekade terakhir tidak akan menyerah pada musuh yang menargetkan masyarakat, perlawanan dan Lebanon,” tambahnya.
Petinggi Hizbullah ini menjelaskan bahwa AS dan Arab Saudi telah gagal dalam mendukung sebagian pihak di Lebanon supaya menyerang kelompok perlawanan dan melemahkannya.
“Saudi telah menghabiskan 20 miliar dolar selama bertahun-tahun untuk beberapa pihak di Lebanon dan ini belum membuahkan hasil, sebab orang-orang yang bekerja melawan Hizbullah di Lebanon adalah mereka yang berjalan di jalan yang batil dan kebatilan akan lenyap,” ungkapnya.
Menurut Safi al-Din, Hizbullah saat ini berada di puncak kekuatannya. Balasan Hizbullah terhadap serangan terbaru Israel menunjukkan bahwa kami tidak terpengaruh oleh tekanan.
“Rakyat Lebanon harus tahu bahwa musuh mereka yang sebenarnya adalah Amerika. Di Lebanon, kita melawan AS yang jahat ini yang ingin menghancurkan perlawanan, Lebanon, kekuatan dan kebebasannya,” pungkasnya. (RM)