Presiden Lebanon: Pemulihan Krisis Butuh Waktu Tujuh Tahun
Presiden Lebanon, Michel Aoun memprediksi negaranya membutuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh tahun untuk keluar dari krisis saat ini.
Presiden Lebanon, Michel Aoun di akun Twitternya hari Jumat (24/12/2021) menulis, "Upaya kami untuk mengatasi pencurian, korupsi dan berbagai masalah lain yang memicu masalah krisis memerlukan waktu perubahan ke arah perbaikan sekitar enam hingga tujuh tahun,".
"Lebanon juga menghadapi tekanan dari beberapa negara Arab di kawasan Teluk Persia dalam beberapa bulan terakhir," ujarnya.
Ketegangan baru-baru ini antara Lebanon dan negara-negara Teluk, terutama Arab Saudi, dimulai ketika Menteri Informasi Lebanon yang mengundurkan diri, George Kordahi menyerukan diakhirinya perang melawan Yaman dalam sebuah wawancara televisi sebelum pengangkatannya sebagai menteri.
Menyusul pernyataan ini, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memanggil duta besarnya masing-masing ari Lebanon. Kemudian disusul Kuwait memanggil duta besarnya dari Lebanon dan memberi kesempatan 48 jam kepada duta besar Lebanon untuk meninggalkan negaranya. Gelombang tekanan ini menyebabkan George Kordahi mengundurkan diri dari jabatan yang baru dipegangnya itu.
Di sisi lain, menyusul tekanan dari pejabat Bahrain terhadap pemerintah Beirut, Menteri Dalam Negeri Lebanon memerintahkan pengusiran anggota partai Al-Wefaq Bahrain dari negaranya.
Alasan tindakan ini dipicu pertemuan para anggota partai Al-Wefaq di Beirut yang mengkritik rezim Al-Khalifa.(PH)