Politisi Irak: AS Manfaatkan Senjata untuk Tujuan Politik
-
Tentara Amerika Serikat di Irak.
Anggota Koalisi Negara Hukum Irak mengatakan Amerika Serikat menyalahgunakan senjata militer untuk tujuan politik.
Alaa al-Haddadi menuturkan pada Minggu (26/12/2021) bahwa kelompok teroris Daesh di Irak berpeluang dapat ditumpas dengan sangat cepat di Irak, tetapi intervensi AS telah mencegahnya.
"AS pada saat itu menolak untuk mengirimkan jet tempur F-16 ke Irak dan lebih mengedepankan kepentingannya daripada kepentingan Irak. Oleh karena itu, perang menumpas Daesh membutuhkan waktu bertahun-tahun demi memenuhi kepentingan politik AS," jelasnya seperti dikutip situs al-Maalomah Irak.
Menurut al-Haddadi, AS memanfaatkan keberadaan dan eksistensi Daesh agar bisa kembali masuk ke Irak.
Politisi Irak ini menandaskan jet tempur F-16 dapat mengakhiri keberadaan Daesh dengan sangat cepat, tetapi AS punya rencana untuk mengerahkan kembali pasukannya di Irak.
Amerika, katanya, memandang masalah kerja sama ekonomi dengan negara lain dari perspektif politik. Jika jet tempur F-16 diberikan ke Irak waktu itu, operasi pembebasan di sebagian besar front dapat dilakukan sesegera mungkin.
Irak mengalahkan Daesh pada November 2017, tetapi sel-sel tidur kelompok teroris ini masih melakukan serangan sporadis di beberapa bagian Irak, termasuk di Provinsi Diyala, Kirkuk, Nainawa, Salahuddin, al-Anbar, dan Baghdad. (RM)