Perwira IRGC Gugur di Suriah, Militer Rezim Zionis Khawatirkan Balasan Iran
Militer rezim Zionis bersiaga di perbatasan utara karena khawatir balasan Iran terhadap serangan Israel baru-baru ini di pinggiran Damaskus, yang mengakibatkan dua orang Iran syahid.
Roi Sharon, analis militer kepada wartawan media Israel berbahasa Ibrani, Kan pada hari Rabu (9/3/2022) mengatakan bahwa militer Israel dalam kondisi siaga tinggi di perbatasan utara, karena takut akan kemungkinan tanggapan Iran terhadap serangan baru-baru ini di pinggiran Damaskus.
Sebelumnya, sekitar pukul 5 pagi pada hari Senin, rezim Zionis melancarkan serangan udara dari arah selatan Beirut ke sekitar Damaskus, yang mendapat tanggapan dari pertahanan udara Suriah.
Pusat penerangan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan hari Selasa (8/3/2022) menyatakan bahwa serangan rezim Zionis ke daerah pinggiran Damaskus menyebabkan Kolonel Ehsan Karbalaeipour dan Kolonel Morteza Saeednejad syahid.
IRGC mengucapkan selamat dan belasungkawa atas kesyahidan dua pejuang ini kepada keluarga dan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, dan menekankan, "Tidak diragukan lagi, rezim Zionis akan menanggung balasan atas kejahatan ini,".
Jet-jet tempur rezim Zionis secara berkala meluncurkan serangan rudal ke sasaran Suriah dengan menggunakan wilayah udara Lebanon atau melalui Dataran Tinggi Golan yang didudukinya.
Pasukan penjaga perdamaian PBB yang berbasis di Lebanon telah berulang kali melaporkan bahwa rezim Zionis melanggar resolusi PBB setiap hari dan wilayah udara Lebanon.(PH)