Wakil Sekjen Hizbullah Bongkar Plot Jahat AS di Lebanon
Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengungkapkan adanya beberapa pihak yang berupaya menjalankan plot menyerang front perlawanan di Lebanon.
Televisi Al-Mayadeen melaporkan, Sheikh Naim Qassem dalam statemen yang disampaikan Senin (25/4/2022) malam menyinggung protes tiga tahun terakhir dengan mengatakan bahwa kedutaan AS mencoba menggunakan protes ini untuk mencapai tujuannya.
Protes massa meletus pada 17 Oktober 2019, ketika pemerintah Lebanon ketika itu memberlakukan pajak atas panggilan suara Internet, seperti panggilan WhatsApp, dan orang-orang memprotes keras terhadap kondisi kehidupan dan ekonomi.
"Kedutaan AS telah menyimpulkan bahwa pemilihan yang akan datang tidak dapat mengubah kenyataan yang terjadi saat ini mengenai kekuatan front perlawanan," ujar Sheikh Qassem.
"Hizbullah tidak mencari mayoritas parlemen, tetapi penting bagi kami untuk memiliki kehadiran yang seimbang," tegasnya.
Wakil Sekjen Hizbullah menyebut Amerika Serikat iku dalam aksi sabotase masalah ekonomi Lebanon, dengan mengatakan para pejabat Washington meminta Bank Dunia tidak mengucurkann pinjaman ke Lebanon untuk mendanai listrik dari Yordania dan gas dari Mesir.
Dia juga mengulangi rencana jahat AS di Lebanon dengan mengingatkan, "AS mengejar kepentingannya di Lebanon, yang sebenarnya adalah kepentingan Israel, dan mereka tidak akan perduli rakyat Lebanon mati kelaparan,".(PH)