Transformasi Asia Barat, 9 Juli 2022
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i124966-transformasi_asia_barat_9_juli_2022
Sejumlah isu penting di berbagai bidang mewarnai perkembangan Asia Barat dalam sepekan terakhir, di antaranya apresiasi Dewan Ulama Palestina atas Pesan Haji Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 09, 2022 09:53 Asia/Jakarta
  • Pesan Haji Rahbar
    Pesan Haji Rahbar

Sejumlah isu penting di berbagai bidang mewarnai perkembangan Asia Barat dalam sepekan terakhir, di antaranya apresiasi Dewan Ulama Palestina atas Pesan Haji Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar.

Juru bicara resmi Dewan Ulama Palestina di Lebanon mengatakan, masalah Palestina selalu memiliki tempat penting dalam pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.
 
Sheikh Mohammed Saleh al-Mo'ad mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan saluran berita al-Alam pada hari Jumat (8/7/2022).
 
"Perlawanan adalah satu-satunya cara untuk membebaskan Palestina," tambahnya.
 
Dia menambahkan, kebijakan orang-orang Palestina yang mengorbankan hidup mereka dan masih ditahan di penjara rezim pendudukan tidak akan dilupakan.
 
Ayatullah Khamenei dalam sebuah pesan untuk jemaah haji 1443 H menegaskan, adegan dan peristiwa di Palestina adalah salah satu manifestasi dari fenomena menakjubkan yang telah berhasil membawa rezim agresif Zionis dari keadaan agresif dan pembunuh ke keadaan bertahan dan pasif, dan membuat rezim tersebut tertimpa masalah politik, keamanan dan ekonomi yang nyata. 
 
Ismail Haniyeh dan Mahmood Abbas

 

Pemimpin Hamas dan Fatah Bertemu, Ini Komentar Haniyeh!
 
Pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) Ismail Haniyeh menyebut pertemuannya dengan Kepala Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Aljazair sebagai tahap baru bagi perspektif perjuangan Palestina.
 
Dua gerakan: Fatah dan Hamas, telah berselisih selama bertahun-tahun, dan mediasi yang sering dilakukan oleh Mesir untuk mengurangi konflik dan melaksanakan rekonsiliasi nasional belum berhasil hinngga sekarang.
 
"Rakyat Palestina, yang memiliki harapan tinggi atas hal ini, telah menyambutnya," kata Haniyeh seperti dilaporkan al-Araby al-Jadeed  pada hari Kamis (7/7/2022).
 
Kepala Biro Politik Hamas itu menegaskan bahwa pembebasan Palestina tidak dapat dicapai kecuali melalui perlawanan dan persatuan.
 
Hal ini, lanjutnya, telah berubah menjadi isu kebutuhan nasional, oleh karena itu kami tidak segan-segan untuk menanggapi positif ajakan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, yang mendesak semangat persatuan nasional Palestina.
 
Ketua Majelis Nasional Aljazair Saleh Qoujil juga menghadiri pertemuan tersebut dan menganggap masalah Palestina sebagai isu sentral bagi bangsa dan pemerintah Aljazair.
 
Dia mengatakan bahwa Aljazair menekankan hak bangsa Palestina untuk menciptakan negara merdeka yang berpusat di al-Quds.
 
Qoujil menekankan komitmen Aljazair untuk mendukung perjuangan dan cita-cita rakyat Palestina dan bantuan tanpa syarat kepada mereka serta untuk menjaga persatuan nasional Palestina agar menjadi senjata aktif untuk melawan proyek-proyek kolonial dan pembangunan pemukiman-pemukiman Zionis.
 
Presiden Aljazair telah mengatur pertemuan antara Haniyeh dan Mahmoud Abbas di negaranya pada Selasa minggu ini. Selain untuk memajukan pembicaraan rekonsiliasi nasional antara kelompok-kelompok Palestina, keduanya juga menghadiri peringatan 60 tahun kemerdekaan Aljazair.
 
Presiden Lebanon Michel Aoun

 

Presiden Lebanon Tegaskan Berakhirnya Pendudukan Rezim Zionis
 
Presiden Lebanon dalam pertemuan dengan anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, PLO berharap rakyat Palestina, berhasil mengakhiri pendudukan Rezim Zionis dan mendirikan negara merdeka.
 
Michel Aoun, Selasa (5/7/2022) dalam pertemuan dengan Azzam Al Ahmad, anggota Komite Eksekutif PLO menekankan pentingnya persatuan rakyat Palestina.
 
Ia menuturkan, "PLO adalah teladan rakyat Palestina, dalam membebaskan wilayah-wilayah mereka yang diduduki oleh Rezim Zionis."
 
Di sisi lain Azzam Al Ahmad dalam pertemuan itu mengatakan, Lebanon berhasil melewati krisis-krisis yang menerpa negara ini, dan akan segera memainkan perannya di kawasan dan dunia.
 
Pada saat yang sama, Al Ahmad juga menginformasikan kepada Presiden Lebanon seputar perkembangan politik terbaru di Palestina, dan agresi tanpa henti Rezim Zionis terhadap rakyat Palestina, tempat-tempat suci Islam, dan Kristen, terutama kota Al Quds, dan meluasnya perlawanan rakyat terhadap pemukim Zionis dan tentara Israel, di kamp-kamp pengungsian, dan berbagai wilayah di Tepi Barat.
 
Rezim Zionis: Eropa Tak Mau Hadapi Hizbullah, Pasokan Gas Batal
 
Rezim Zionis memperingatkan negara-negara Barat, jika tidak bersedia menghadapi Hizbullah Lebanon, maka bantuan bahan bakar dan gas untuk mereka akan dibatalkan.
 
Dikutip situs The New Khalij News, Selasa (5/7/2022), Kanal 13 televisi Israel melaporkan, setelah operasi Hizbullah di ladang gas Karish, Tel Aviv mengirim pesan ke negara-negara Barat, bahwa Hizbullah tetap merupakan ancaman nomor wahid dunia.
 
Diksi yang digunakan pejabat Rezim Zionis terhadap negara-negara Eropa itu lebih mirip ancaman, dan mengandung pesan bahwa ancaman Hizbullah bukan saja ditujukan pada Israel, tapi juga Eropa.
 
"Anda harus melakukan sesuatu, jika Hizbullah sampai menyerang, maka kerugiannya bukan hanya harus ditanggung Israel, tapi bantuan minyak dan gas untuk Eropa, juga terancam," kata pejabat Tel Aviv dalam kontak telepon dengan pejabat Eropa.
 
Pada saat yang sama, Israel juga mengirim pesan senada kepada Mesir. Di sisi lain aparat keamanan Rezim Zionis mengaku siap  menghadapi segala bentuk serangan Hizbullah.
 
Sebelumnya surat kabar Al Watan mengabarkan penandatanganan kesepakatan gas antara Eropa dan Rezim Zionis di Kairo, Mesir.
 
PM Irak Mustafa Al Kadhimi

 

Kataib Hezbollah: Parlemen Harus Makzulkan Pemerintah Irak
 
Juru bicara Kataib Hezbollah Irak memprotes kebisuan pemerintah Perdana Menteri Mustafa Al Kadhimi terkait agresi militer Turki. Menurutnya hal itu memaksa Parlemen untuk memakzulkan pemerintahan berkuasa Irak.
 
Mohammad Muhyi, Rabu (6/7/2022) memprotes berlanjutnya kebisuan pemerintah PM Mustafa Al Kadhimi terkait agresi militer terus menerus yang dilakukan Turki ke Irak, dan keterlibatan Wilayah Otonomi Kurdistan atas pendudukan Turki.
 
Ia menambahkan, pemerintah PM Mustafa Al Kadhimi karena lemah dan tidak punya tekad untuk melawan penjajahan Turki, maka ia hanya diam dan cukup mengecam, pemerintah Irak tidak pernah menggunakan satu pun instrumen tekanan yang dimiliki, untuk menghadapi kebijakan permusuhan Turki.
 
Menurut Mohammad Muhyi, sikap ini menunjukan ketidakpedulian nyata pemerintah Irak, dan kelalaian mereka dalam melaksanakan tugas, dan hal ini akan memaksa Parlemen Irak untuk memakzulkan pemerintah.
 
"Ada masalah penting yang harus diperhatikan, dan itu adalah hak rakyat Irak, untuk melawan penjajahan Turki. Kelompok perlawanan Irak punya kemampuan untuk menyerang pasukan Turki, dan memaksa mereka mundur, sebagaimana sebelumnya berhasil memaksa pasukan Amerika Serikat mundur pada 2011," pungkasnya.
 
Pasukan Suriah Paksa Mundur Konvoi Militer AS di Al Hasakah
 
Pasukan pemerintah Suriah, berhasil memaksa kendaraan-kendaraan lapis baja Amerika Serikat yang bermaksud melewati salah satu jalur perlintasan di Provinsi Al Hasakah, mundur.
 
Dikutip kantor berita Sputnik, Rabu (6/7/2022), media lokal Suriah, mengabarkan tentara dan perwira militer negara itu yang ditempatkan di timur kota Al Hasakah, berhasil  mencegah masuknya kendaraan-kendaraan lapis baja AS ke wilayah-wilayah yang diduduki pemerintah Damaskus.
 
Konvoi kendaraan lapis baja AS yang terdiri dari enam kendaraan militer dan satu jip milik Pasukan Demokratik Suriah, SDF dukungan AS itu bermaksud memasuki dua desa di Rif Al Hasakah namun berhasil dicegah pasukan Suriah.
 
Penduduk kota Al Hasakah juga turut membantu pasukan Suriah, dalam mengusir konvoi kendaraan militer Amerika Serikat dari wilayah itu.
 
Perlawanan pasukan Suriah atas konvoi kendaraan militer AS terjadi bersamaan dengan penolakan keras masyarakat negara itu atas kehadiran pasukan AS yang terbukti hanya merampok minyak dan kekayaan mereka.[]