Hamas: Jalin Hubungan dengan Suriah Tidak Perlu Izin Turki dan Qatar
Kepala Hubungan Arab dan Islam Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan bahwa pemulihan hubungan dengan Suriah tidak membutuhkan konsultasi dengan Turki dan Qatar.
Gerakan Hamas dan pemerintah Suriah melanjutkan hubungan mereka pada hari Rabu setelah pertemuan antara Presiden Suriah Bashar al-Assad dan delegasi kelompok Palestina, termasuk perwakilan Hamas di Damaskus.
Situs Al-Ahed hari Minggu (23/10/2022) melaporkan, Khalil Al-Hayya, Kepala Hubungan Arab dan Islam Gerakan Hamas di Gaza menanggapi pertanyaan dari wartawan, apakah gerakan tersebut berkonsultasi dengan Qatar dan Turki dalam keputusannya untuk meningkatkan hubungan dengan Suriah, dengan mengatakan bahwa Hamas membuat keputusan sendiri.
"Keputusan untuk kembali ke Suriah dibuat oleh para pemimpin gerakan," kata Al Hayya.
"Gerakan ini telah membuat keputusannya untuk kembali ke Damaskus dan tidak ragu-ragu untuk mengatakan bahwa keamanan dan koordinasi politik antara kekuatan poros perlawanan akan memperkuat perang melawan rezim Zionis," tegasnya.
Al-Hayya menambahkan bahwa negosiasi untuk pembukaan kembali kantor Hamas di Damaskus sedang secara serius, dan pertemuan akan diadakan ke arah ini di masa depan.
Kepala hubungan Arab dan Islam gerakan Hamas menyinggung pertemuan perwakilan gerakan ini dengan Presiden Suriah Bashar Assad dan mengatakan bahwa Assad menyambut mereka dengan hangat dan suasana pertemuan memberi mereka jaminan bahwa situasi akan berjalan dengan baik.(PH)