Nasrullah: Haji Qassem Selalu Hadir di Semua Lini Perlawanan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i136838-nasrullah_haji_qassem_selalu_hadir_di_semua_lini_perlawanan
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa Syahid Soleimani adalah seorang prajurit Wilayat, yang selalu hadir di semua lini perlawanan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 04, 2023 09:15 Asia/Jakarta
  • Nasrullah: Haji Qassem Selalu Hadir di Semua Lini Perlawanan

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa Syahid Soleimani adalah seorang prajurit Wilayat, yang selalu hadir di semua lini perlawanan.

Letnan Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Qods Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Abu Mahdi Al-Muhandis, Wakil Komandan Al-Hashd al-Shaabi dan delapan orang lainnya gugur pada 3 Januari 2020 dalam serangan udara agresor Amerika di dekat bandara Baghdad. Padahal Letjen Soleimani ketika itu diundang sebagai tamu kenegaraan perdana menteri Irak.

Sayid Hassan Nasrullah dalam pidato peringatan tiga tahun kesyahidan Letjen Qassem Soleimani dan Abu Mahdi Al-Muhandis hari Selasa (3/1/2023) mengatakan bahwa Haji Qassem selalu hadir di semua bidang perlawanan.

"Syahid Haji Qassem Soleimani memiliki peran besar dalam membentuk kekuatan kelompok perlawanan serta memberikan harapan dan semangat dalam situasi sulit dan krisis selama 20 tahun terakhir, Haji Qassem menjadi penghubung poros perlawanan," ujar Nasrullah.

"Syahid Soleimani selama dua dekade menghadapi dua versi program Amerika di kawasan dan berhasil menggagalkannya. Kita harus siap menghadapi versi ketiga dari program Amerika di kawasan, karena tujuan Amerika Serikat adalah menguasai kawasan dengan mengontrol sumber daya minyak dan gas serta sumber daya alam lainnya, dan pengambilan keputusan politiknya," tegas Sekjen Hizbullah Lebanon.

Nasrullah menyebut Haji Qassem sebagai orang yang berperan besar dalam membentuk gerakan perlawanan di Irak dan Suriah.

"Jika Suriah tidak berdiri dan tidak ada front perlawanan di sana, dan jika tidak ada Syahid Soleimani dan Imad Mughniyeh di sana, maka Amerika akan menduduki wilayah tersebut," pungkasnya.(PH)