Hamas Umumkan Gencatan Senjata Empat Hari di Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i157632-hamas_umumkan_gencatan_senjata_empat_hari_di_gaza
Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengumumkan kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan selama empat hari di Gaza. ​
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Nov 22, 2023 12:05 Asia/Jakarta
  • Hamas Umumkan Gencatan Senjata Empat Hari di Gaza

Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengumumkan kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan selama empat hari di Gaza. ​

Hamas hari Rabu (22/11/2023) mengumumkan bahwa bentrokan dari kedua belah pihak, aktivitas militer tentara Zionis di seluruh wilayah Gaza, dan pergerakan kendaraan lapis baja Israel di Gaza ini akan dihentikan.

Berdasarkan perjanjian tersebut, ratusan truk khusus yang membawa bantuan kemanusiaan, bantuan medis, dan bahan bakar akan memasuki seluruh wilayah Gaza tanpa kecuali.

Sebanyak 50 wanita dan anak-anak Israel di bawah usia 19 tahun akan dibebaskan, dan 150 wanita dan anak-anak Palestina di bawah usia 19 tahun yang berada di tahanan Israel juga akan dibebaskan.

Serangan dan penerbangan pesawat tempur rezim Zionis akan dihentikan selama empat hari gencatan senjata di Gaza selama 6 jam dari pukul 10:00 hingga 04:00: 00 malam.

Hamas menekankan bahwa selama masa gencatan senjata, rezim Zionis telah berkomitmen untuk tidak menyerang siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza, dan masyarakat akan memiliki kebebasan untuk menyeberang dari utara Gaza ke selatan di sepanjang Jalan Salah al-Din. .

Ketentuan perjanjian ini disusun berdasarkan sudut pandang perlawanan dan pertimbangannya, yang tujuannya adalah untuk melayani rakyat dan memperkuat stabilitas mereka melawan agresor.

Semua menteri kabinet rezim Zionis, kecuali tiga menteri dari partai Otzma Yehudit yang dipimpin oleh Itamar Ben Gvir, mendukung rencana pertukaran tahanan dan menetapkan gencatan senjata sementara.

Benjamin Netanyahu, yang mendapat tekanan dari keluarga para sandera Israel ,karena kegagalan membebaskan para sandera melalui operasi militer mengatakan,"Kabinet sedang menghadapi kesulitan, dan keputusan ini adalah keputusan yang tepat,".(PH)