Menteri Perang Rezim Zionis: Operasi Militer di Gaza akan Panjang​
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i159520-menteri_perang_rezim_zionis_operasi_militer_di_gaza_akan_panjang
Yoav Galant, Menteri Perang rezim Zionis mengakui operasi militer rezim di Gaza akan berlangsung lama dan bersifat jangka panjang. ​
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 23, 2023 10:35 Asia/Jakarta
  • Menteri Perang Rezim Zionis: Operasi Militer di Gaza akan Panjang​

Yoav Galant, Menteri Perang rezim Zionis mengakui operasi militer rezim di Gaza akan berlangsung lama dan bersifat jangka panjang. ​

Situs CNN berbahasa Arab melaporkan, Yoav Gallant hari Jumat (22/12/2023) mengatakan, "Hari ini saya bertemu dengan Kepala Staf Gabungan, kepala Dinas Keamanan Dalam Negeri (Shabak), anggota Badan Intelijen Israel (Mossad) dan brigade Nitzan Alon yang bertanggung jawab atas pembebasan para sandera, bersama dengan anggota lembaga keamanan Israel lainnya,".

"Kita harus bersabar mengenai perang di Gaza," kata Gallant.

"Operasi untuk mencapai tujuan yang kami tetapkan, yaitu kehancuran batalion Hamas, dan melemahnya kekuatan dan kapasitas kelompok ini. Kita mengerahkan operasi rahasia dan dilakukan secara bertahap," tegasnya.

Galant kembali mengulangi klaimnya tentang pembunuhan Yahya Al-Sinwar, pemimpin gerakan Hamas, dan menyatakan, "Segera al-Sanwar akan menghadapi moncong senjata pasukan kami,".

Menteri Perang rezim Zionis juga menunjuk pada operasi militer Israel di Khan Yunis dan Gaza selatan, dengan menjelaskan, "Rencana tentara Israel untuk beroperasi di wilayah lain di Gaza di masa depan,".

Pada tanggal 7 Oktober 2023, kelompok perlawanan Palestina melancarkan operasi Badai Al-Aqsa dari Gaza melawan posisi rezim Zionis. Akhirnya, setelah 45 hari pertempuran, pada 24 November 2023 dicapai gencatan senjata senjata sementara, atau jeda pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.

Jeda perang ini berlanjut selama tujuh hari dan akhirnya pada Jumat pagi, 1 Desember 2023, gencatan senjata sementara berakhir dan rezim Israel kembali melancarkan serangan terhadap Gaza yang menargetkan warga sipil Palestina, terutama perempuan dan anak-anak.(PH)