Abaikan Tekanan Publik Internasional, Rezim Zionis Lanjutkan Kejahatan di Jalur Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i160634-abaikan_tekanan_publik_internasional_rezim_zionis_lanjutkan_kejahatan_di_jalur_gaza
Meskipun mendapat tekanan dari publik internasional dan pengaduan Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional, rezim Zionis terus melanjutkan agresi militer di Jalur Gaza.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 10, 2024 12:14 Asia/Jakarta
  • Abaikan Tekanan Publik Internasional, Rezim Zionis Lanjutkan Kejahatan di Jalur Gaza

Meskipun mendapat tekanan dari publik internasional dan pengaduan Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional, rezim Zionis terus melanjutkan agresi militer di Jalur Gaza.

Menurut kantor berita Shahab, European-Mediterania Human Rights Watch hari Selasa (9/1/2024) mengumumkan bahwa rezim Zionis telah membunuh dan melukai ribuan warga Palestina sejak pengaduan Afrika Selatan pada 29 Desember.

Menurut laporan ini, tentara rezim Zionis rata-rata melakukan 16 kali pembantaian perhari selama serangannya terhadap kawasan pemukiman dan kamp pengungsi di Jalur Gaza.

Selain itu, delapan jurnalis Palestina gugur, dan tiga di antaranya menjadi sasaran tembak langsung selama liputan lapangan mengenai peristiwa sembilan hari terakhir.

Surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth dalam sebuah laporan hari Selasa mengakui kegagalan Israel dalam mencapai tujuannya d alam serangan darai di Gaza.

"Pada tanggal 7 Oktober, Israel jatuh ke dalam sumur yang dalam. Meskipun tidak mungkin untuk membayangkan apa dampak kerusakan, kerugian dan pengeluaran pada hari itu dalam jangka pendek dan panjang, namun pertanyaan yang lebih penting adalah, bagaimana kita keluar dari sumur ini? " tulis Yedioth Ahronoth.

 

 

"Keluar dari sumur ini berarti mengembalikan para tahanan, membangun kembali pemukiman yang hancur, menciptakan rasa aman pada penduduk di selatan dan utara, pemberhentian tentara cadangan dan berusaha mengakhiri perang, dan ini bukanlah tantangan yang mudah diatasi," tegasnya.

Dalam laporannya, Yedioth Ahronoth juga berbicara tentang ketidaksiapan Israel berperang dengan Hizbullah Lebanon.

Dalam kelanjutan laporan ini, ketika masyarakat di wilayah pendudukan sedang mencari solusi, Perdana Menteri rezim Zionis, Benyamin Netanyahu telah mengumumkan tujuan-tujuan yang tidak mungkin dicapai militer Israel dalam agresinya di jalur Gaza.

Surat kabar berbahasa Ibrani ini menulis tentang pembunuhan tahanan Israel di Gaza oleh tentara Zionis sendiri.

Surat kabar rezim Zionis ini juga menekankan bahwa Israel belum siap membuka front perang di wilayah utara jalur Gaza.​(PH)