Rudal Hizbullah Hujani Pangkalan Militer Rezim Zionis
Pasukan perlawanan Lebanon menargetkan tentara Zionis dan beberapa pangkalan militernya di utara wilayah pendudukan.
Menurut saluran TV Al-Mayadeen, Hizbullah Lebanon Rabu (17/1/2024) malam mengumumkan bahwa pasukan perlawanan menargetkan sekelompok tentara Israel di area pangkalan Al-Rahab.
Media Zionis juga mengkonfirmasi serangan pasukan perlawanan Lebanon terhadap posisi tentara Israel dan melaporkan, "Hari ini, untuk kedua kalinya, sebuah rudal anti-lapis baja ditembakkan ke lokasi Gladiolous di ladang Shebaa,".
Menurut laporan ini, pangkalan Roisat Alam di wilayah pendudukan Shabaa juga menjadi sasaran langsung rudal pasukan perlawanan Lebanon.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa setelah 100 hari Perang Gaza dan Pertempuran Badai al-Aqsa, Israel tenggelam dalam kekalahan serta kegagalan, dan sejauh ini belum mencapai apa pun tujuannya dalam serangan mereka.
"Kerugian yang diderita pihak penjajah telah melemahkan semangatnya, dan kegagalan terbaru mereka adalah pengakuan sekitar 4.000 tentara mereka cacat dalam 100 hari perlawanan Palestina, dan jumlah ini mungkin akan meningkat menjadi 30.000," ujar Sekjen Hizbullah Lebanon baru-baru ini.
Mantan Penasihat keamanan dalam negeri Rezim Zionis, mengutip pejabat Amerika Serikat, memperingatkan siapa pun di Israel, yang menginginkan perang dengan Hizbullah Lebanon.
Eyal Hulata, Senin (15/1/2024) seperti dikutip Bloomberg, memperingatkan perang berikutnya melawan Hizbullah Lebanon, akan lebih mematikan dari perang tahun 2006 silam.

Mengutip pejabat AS, Eyal Hulata, memperingatkan perang di dua front melawan Hamas dan Hizbullah, adalah skenario mimpi buruk yang bisa merusak sumber daya, dan perekonomian Israel.
"Setiap perang melawan Hizbullah, akan lebih mematikan dibandingkan perang tahun 2006, dan mungkin saja jumlah orang Israel, yang tewas mencapai 15.000 orang," imbuhnya.
Mantan Penasihat keamanan dalam negeri Israel menjelaskan, "Para pejabat AS, sudah memperingatkan jenderal dan menteri-menteri Israel, yang ingin berperang di dua front melawan Hizbullah dan Hamas."
Sebelumnya koran Washington Post menulis, "Israel menganggap Hizbullah berbeda dari Hamas. Israel melihat Hizbullah sebagai pasukan dengan pendidikan canggih, dan arsenal lengkap terdiri dari 150.000 rudal. Orang-orang Israel, takut pemerintah mereka sekali lagi menganggap remeh ancaman mematikan Hizbullah." (PH)