Kobarkan Perang, Solusi Netanyahu Hadapi Keruntuhan Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i166134-kobarkan_perang_solusi_netanyahu_hadapi_keruntuhan_israel
Seorang pakar masalah Asia Barat menyatakan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini merupakan kekalahan yang pahit dan berat bagi Netanyahu dan para pendukung rezim Zionis, dan berkata: "Agen-agen rezim Zionis percaya bahwa mundur dalam perang Gaza berarti kematian mereka, dan mempercepat keruntuhan kekuasaannya,".
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 25, 2024 12:59 Asia/Jakarta
  • Kobarkan Perang, Solusi Netanyahu Hadapi Keruntuhan Israel

Seorang pakar masalah Asia Barat menyatakan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini merupakan kekalahan yang pahit dan berat bagi Netanyahu dan para pendukung rezim Zionis, dan berkata: "Agen-agen rezim Zionis percaya bahwa mundur dalam perang Gaza berarti kematian mereka, dan mempercepat keruntuhan kekuasaannya,".

Tehran, Parstoday- Setelah delapan bulan operasi Badai Al-Aqsa dan gelombang baru kejahatan rezim Zionis di Gaza, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang diajukan Amerika Serikat untuk menghentikan konflik di Gaza dengan 14 suara mendukung.

Insiden ini, menyusul perkembangan lain di wilayah pendudukan dan pengunduran diri beberapa anggota kabinet Netanyahu, menyebabkan kekalahan rezim Zionis secara terbuka dikonfirmasi melalui pemungutan suara komunitas internasional.

Menurut Pars Today, Asghar Zarei, pakar isu-isu Asia Barat dalam sebuah wawancara dengan ISNA hari Jumat (25/6/2024) mengatakan, Otoritas rezim Zionis percaya bahwa menarik diri dari perang Gaza berarti kehancuran total rezim ini,".

Menyinggung pengunduran diri beberapa anggota kabinet rezim Zionis, ia mengatakan, "Para anggota kabinet Israel menganggap Netanyahu sebagai penyebab kekalahan dan kegagalan menghadapi Hamas."

Zarei menambahkan, "Kerusakan parah di segala bidang menunjukkan bahwa rezim Zionis telah gagal dan kehadiran beberapa tokoh ekstremis baru di kabinet Netanyahu menunjukkan struktur mereka yang haus perang,".(PH)