Saudi Ikut Andil Gagalkan Pemilihan Presiden di Lebanon
Wakil Sekjen Hizbullah, Lebanon mengatakan, Arab Saudi terlibat dalam upaya menunda dan menggagalkan pemilihan presiden di Lebanon.
Syeikh Naim Qassem, Wakil Sekjen Hizbullah dalam wawancara dengan kantor berita Reuters (3/8) menuturkan, jika Saudi menyetujui pemilihan presiden di Lebanon, maka besokpun presiden akan terpilih di negara ini, pasalnya gerakan Al Mustaqbal, pimpinan Saad Hariri, tidak bisa mengambil keputusan apapun tanpa persetujuan Saudi.
Ia menambahkan, kami berharap, Riyadh memberikan kebebasan kepada Al Mustaqbal untuk mengambil keputusan terkait pemilihan presiden di Lebanon.
Syeikh Naim Qassem menegaskan dukungan Hizbullah atas Michel Aoun untuk menjadi presiden Lebanon.
"Jika rival-rival politik kami mau, maka mereka dapat menyelesaikan masalah ini dalam waktu 24 jam," ujarnya.
Ia menegaskan, pemilihan Michel Aoun dapat disepakati lewat dialog di antara kelompok-kelompok politik Lebanon, dan negosiasai di luar masalah ini hanya akan menghabiskan waktu saja.
Lebanon sejak 25 Mei 2014, bersamaan dengan habisnya masa kepemimpinan Michel Sleiman, berhadapan dengan kevakuman politik dan para politikus negara itu tidak mampu mencapai kata sepakat untuk menentukan kandidat presiden. (HS)