Gadis Palestina Mengucapkan Perpisahan kepada Ayahnya yang Syahid di Gaza
Perpisahan seorang anak perempuan Palestina asal Gaza dengan ayah syahidnya dan ciuman pada kakinya sambil berteriak "aku mencintaimu" telah memicu reaksi luas di media sosial dunia.
Tehran, Pars Today- Baru-baru ini sebuah video dari seorang anak perempuan Gaza dipublikasikan dan mendapat reaksi luas di media sosial serta membangkitkan kemarahan masyarakat dunia.
Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari IRNA, dalam video yang menyentuh hati ini, anak perempuan Palestina dari wilayah Khan Younis terlihat berpamitan dan mencium kaki ayah syahidnya yang sebelumnya pergi untuk mencari makanan untuknya, namun kembali dalam keadaan tak bernyawa sebagai syahid.
Seiring meluasnya kelaparan di Jalur Gaza, mencari sesuap roti di wilayah ini telah berubah menjadi konfrontasi langsung dan berbahaya dengan kematian, sebab warga sipil Gaza ketika pergi ke pusat distribusi makanan, terus-menerus ditembaki oleh pasukan pendudukan Israel. Hal ini mencerminkan kedalaman masalah dan penderitaan kemanusiaan rakyat Gaza.
Dalam kaitan ini, sejumlah tokoh internasional setelah melihat gambar-gambar tersebut menyatakan solidaritas dengan rakyat Gaza. Seorang kontraktor dan mantan perwira Amerika mengatakan: beberapa tentara dan kontraktor keamanan (Amerika–Israel) secara sewenang-wenang menembaki warga sipil Gaza yang sedang menunggu bantuan di pusat yang disebut “Lembaga Kemanusiaan Gaza”.
Catherine Russell, Direktur Dana Anak-anak PBB (UNICEF), menekankan: rakyat Gaza ketika pergi untuk menerima makanan di pusat distribusi bantuan ditembaki, sementara anak-anak Gaza selama berbulan-bulan tidak memiliki makanan yang cukup dan bahkan tidak lagi memiliki kekuatan untuk menangis.
Philippe Lazzarini, Direktur Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), juga mengatakan: kelaparan adalah musibah terakhir bagi rakyat Gaza dan neraka yang sesungguhnya bagi penduduk Jalur ini, dan menyangkal hal tersebut adalah bentuk terburuk dari penafian kemanusiaan.
Sementara itu, secara bersamaan dan bertentangan dengan bukti-bukti internasional, rezim Zionis menyangkal adanya kelaparan di Gaza, padahal komite-komite internasional terkait telah menerbitkan laporan yang menegaskan adanya kelaparan di Jalur ini.
Pengguna media sosial juga memberikan banyak reaksi terhadap kelaparan di Gaza dan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Aktivis sosial mengatakan: sebutlah Gaza sebagai krisis atau tragedi, tidak ada bedanya karena bagaimanapun ini adalah sebuah kejahatan nyata; kelaparan di Gaza terjadi di depan mata masyarakat dunia dan kita menyaksikannya dalam video dan pernyataan, tetapi tidak melihatnya.
Aktivis sosial juga menambahkan bahwa tanggung jawab kelaparan di Gaza berada di pundak semua orang. Rezim kriminal Zionis membuat rakyat Gaza kelaparan di depan mata dunia, dan siapa pun yang diam adalah sekutu kejahatan ini. Anak-anak, orang tua, dan rakyat yang mencari sepotong roti tidak menemukannya. Tanggung jawab kejahatan ini ada pada seluruh umat manusia, mau atau tidak mau.(PH)