Haaretz: Dampak Genosida di Gaza Kini Menjerat Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i182444-haaretz_dampak_genosida_di_gaza_kini_menjerat_israel
Sebuah surat kabar Zionis menulis bahwa dampak genosida yang dilakukan rezim Zionis di Gaza, meskipun telah diumumkan gencatan senjata, masih terus membayangi Israel di berbagai bidang budaya, politik, dan akademik.
(last modified 2025-12-17T08:46:52+00:00 )
Des 17, 2025 15:42 Asia/Jakarta
  • Haaretz: Dampak Genosida di Gaza Kini Menjerat Israel

Sebuah surat kabar Zionis menulis bahwa dampak genosida yang dilakukan rezim Zionis di Gaza, meskipun telah diumumkan gencatan senjata, masih terus membayangi Israel di berbagai bidang budaya, politik, dan akademik.

Para analis politik menilai bahwa sanksi budaya dan akademik terhadap rezim Zionis di berbagai belahan dunia masih tetap berlaku dan menjadi ancaman langsung yang semakin merusak citra Tel Aviv.
Surat kabar Zionis Haaretz dalam sebuah artikel dengan menyinggung bahwa “dampak genosida di Gaza dari sisi budaya dan akademik bagi Israel masih berlanjut” menegaskan bahwa meskipun pertempuran telah dihentikan dan aktivitas ekonomi secara relatif kembali berjalan, konsekuensi dari genosida di Gaza bagi rezim Zionis belum berakhir.

Berdasarkan laporan tersebut, boikot terhadap ajang Eurovision oleh sejumlah negara sebagai bentuk protes atas keikutsertaan rezim Zionis telah menimbulkan guncangan di kalangan Zionis. Surat kabar ini juga menyinggung adanya perpecahan internal di dalam rezim Zionis dan menekankan bahwadi dalam wilayah pendudukan, sebagian masyarakat menganggap perang sebagai peristiwa yang telah selesai, namun di luar wilayah tersebut, Gaza masih tetap menjadi fokus utama perhatian opini publik dunia.

Haaretz menambahkan bahwa lembaga penyiaran radio dan televisi Irlandia, karena tingginya korban sipil di Gaza, krisis kemanusiaan, serta penargetan jurnalis, memilih untuk menarik diri dari Eurovision. Lebih dari seribu penulis dan tokoh sastra dunia juga telah menyatakan boikot terhadap lembaga-lembaga budaya Zionis.

Laporan tersebut melanjutkan bahwa inisiatif-inisiatif internasional untuk melarang musik rezim Zionis serta bergabungnya para aktor dan sineas dalam kampanye boikot perfilman rezim ini terus berlanjut. Pada saat yang sama, universitas-universitas Israel menghadapi sanksi terbuka maupun terselubung dari Eropa, termasuk penolakan publikasi hasil riset dan tidak diundangnya akademisi Israel dalam konferensi-konferensi ilmiah.

Haaretz memperingatkan bahwa citra rezim Zionis di kalangan budaya dan akademik global masih sangat negatif. Penolakan terhadap perang di luar wilayah pendudukan telah berubah menjadi penolakan terhadap praktik pendudukan itu sendiri. Menurut laporan ini, bahaya yang lebih mendalam terletak pada terkikisnya kekuatan lunak Israel, ancaman terhadap inovasi dan kerja sama ilmiah, serta kemungkinan percepatan arus pelarian otak dari wilayah pendudukan.(PH)