Ahli Keamanan Irak: Ancaman Trump Tanda Kehawatirannya
-
Abdul Karim Khalaf, seorang ahli keamanan Irak
Pars Today - Seorang ahli keamanan Irak menyebut tenggat waktu yang ditetapkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengancam untuk membom sumber energi Iran sebagai tindakan bodoh.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Abdul Karim Khalaf, seorang ahli keamanan Irak, dalam jaringan televisi Al-Ahed Irak mengatakan, “Ancaman Presiden Amerika Serikat untuk menargetkan pembangkit listrik dan menetapkan tenggat waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz adalah ucapan yang tidak bijaksana dan merupakan hasil dari kebodohan Trump.”
Dia menambahkan, “Ancaman ini seperti ancaman Trump kepada Hamas untuk melucuti senjata, yang menetapkan hari dan jam untuk melakukan hal itu, tetapi ternyata Hamas tidak menyerah dan pelucutan senjata tidak terjadi.”
Khalaf menambahkan, “Iran memiliki pembangkit listrik dan sumber energi yang luas yang tersebar dan ditempatkan di seluruh negara, dan tidak mungkin untuk menargetkan pembangkit listrik ini.”(sl)