Katz Ancam Evakuasi Gaza: Analis Sebut Bagian dari Proyek Pemindahan Paksa
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i197312-katz_ancam_evakuasi_gaza_analis_sebut_bagian_dari_proyek_pemindahan_paksa
Pars Today - Sejumlah analis Palestina, dengan merujuk pada ancaman baru Menteri Perang Rezim Zionis terhadap Gaza dan ancamannya untuk mengosongkan, menilai pernyataannya sejalan dengan tujuan yang telah dirancang sebelumnya oleh rezim ini untuk memindahkan paksa penduduk Gaza.
(last modified 2026-09-23T07:37:24+00:00 )
Sep 23, 2026 14:35 Asia/Jakarta
  • Israel Katz, Menteri Perang Israel
    Israel Katz, Menteri Perang Israel

Pars Today - Sejumlah analis Palestina, dengan merujuk pada ancaman baru Menteri Perang Rezim Zionis terhadap Gaza dan ancamannya untuk mengosongkan, menilai pernyataannya sejalan dengan tujuan yang telah dirancang sebelumnya oleh rezim ini untuk memindahkan paksa penduduk Gaza.

Melansir IRNA, Rabu, 23 September 2026, kantor berita Shehab dalam sebuah laporan dengan merujuk pada ancaman baru Menteri Perang Rezim Zionis terhadap Gaza menulis, "Di tengah agresi berkelanjutan rezim Zionis Israel dan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh, Israel Katz, Menteri Perang Israel, mengancam bahwa jika setiap tentara atau pemukim Israel diculik, Kota Gaza akan dikosongkan sepenuhnya dan hampir satu juta penduduknya akan diusir ke selatan.

Mohammed Odeh, analis politik menilai pernyataan ancaman Katz sejalan dengan eksploitasi elektoral menjelang pemilihan rezim ini dan mengatakan, "Pesan pertama ditujukan kepada front domestik Israel menjelang pemilihan dan pesan kedua ditujukan kepada Gerakan Perlawanan Islam "Hamas" dan pendukungnya, karena Katz berupaya memperingatkan kelompok-kelompok perlawanan tentang biaya setiap tindakan baru."

Ia melanjutkan, "Tujuan Katz dari pernyataan ancaman terhadap Gaza adalah menggagalkan rencana 20 pasal Trump untuk Gaza."

Rabhi Al-Jadil, analis Palestina lainnya mengatakan, "Menghubungkan insiden keamanan potensial (penculikan seseorang) dengan operasi geografis luas (pengosongan seluruh kota dan penghancuran apa yang tersisa dari infrastrukturnya) mengungkapkan penyalahgunaan krisis, bukan pengelolaannya. Yakni, mengubah insiden keamanan menjadi landasan bagi pelaksanaan rencana yang telah dirancang sebelumnya."

Menurut analis ini, pernyataan Katz menunjukkan sebuah rencana yang mencakup perluasan penguasaan militer atas Gaza dan intensifikasi lingkaran pengepungan serta rekayasa redistribusi populasi dan geografisnya untuk membuka jalan, secara sukarela atau paksa, bagi proyek-proyek migrasi yang sering disebutkan dalam wacana politik Israel saat ini.

Amin Al-Haj, analis politik Palestina lainnya, menegaskan bahwa pernyataan Katz mencerminkan sifat mentalitas yang menguasai penjajah yang menerima ancaman pemindahan paksa dan hukuman kolektif sebagai doktrin utama dan rencana strategis permanen serta berupaya melaksanakannya secara bertahap.

Al-Haj kepada kantor berita Shehab mengatakan, "Mengubah Gaza menjadi reruntuhan kosong tanpa penduduk dan lingkungan yang tidak layak huni, memantapkan kebijakan penghancuran dan menolak mundur dari wilayah luas kota ini, semuanya adalah bagian dari realitas yang terjadi di jalur ini."

Kantor berita Shehab dalam lanjutan laporannya dengan merujuk pada berlanjutnya serangan rezim Zionis ke berbagai wilayah Gaza dan menumpahkan darah sejumlah penduduknya, mengumumkan, "Rezim Zionis berulang kali dan secara terbuka melanggar kesepakatan gencatan senjata."

Perlu diketahui bahwa Israel Katz, Menteri Perang Rezim Zionis, dalam pernyataan kontroversial dan provokatif mengatakan bahwa rezim Zionis akan mengambil tindakan hukuman keras terhadap setiap upaya penculikan warga Zionis.

Katz mengancam jika seorang tentara atau pemukim Israel diculik, Kota Gaza akan dikosongkan sepenuhnya dan penduduknya akan dipindahkan ke selatannya.

"Menteri Perang Rezim Zionis Israel Katz mengancam akan mengosongkan Kota Gaza sepenuhnya dan memindahkan hampir satu juta penduduknya ke selatan jika setiap tentara atau pemukim Israel diculik. Analis Palestina menilai ancaman ini sejalan dengan tujuan yang telah dirancang sebelumnya untuk pemindahan paksa penduduk Gaza."(Sail)