Kementerian Energi Saudi: Kantor Perusahaan Aramco di Dhahran Menjadi Sasaran
-
Perusahaan Aramco, Arab Saudi
Pars Today - Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa gedung kantor perusahaan Aramco di Dhahran di Provinsi Timur negara itu menjadi sasaran serangan, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut laporan IRNA mengutip situs surat kabar Okaz, Rabu, 14 Oktober 2026, seorang sumber resmi di Kementerian Energi Arab Saudi mengumumkan bahwa pada malam Rabu, sebuah gedung kantor milik perusahaan Aramco di Dhahran di Provinsi Timur menjadi sasaran serangan dan menyebabkan kebakaran kecil.
Sumber ini dengan menyatakan bahwa otoritas terkait setelah insiden ini melakukan langkah-langkah yang diperlukan, menegaskan bahwa serangan ini tidak menimbulkan korban luka atau korban jiwa.
Reuters sebelumnya mengutip sumber yang mengetahui melaporkan bahwa gedung pusat perusahaan minyak Aramco di Kota Dhahran di Provinsi Timur, pada malam Rabu terkena proyektil.
Reuters menambahkan bahwa belum jelas apakah gedung ini terkena serangan secara langsung atau akibat pecahan yang menghantam.
Kantor berita ini mengutip sumber-sumber mengatakan bahwa manajemen perusahaan Aramco mengeluarkan perintah darurat kepada semua karyawan untuk bekerja dari rumah secara remote.
Media Arab Saudi pada malam Rabu melaporkan terdengarnya suara ledakan keras di utara Riyadh serta di Dhahran dekat gedung perusahaan Aramco.
Beberapa sumber Arab juga melaporkan terdengarnya suara beberapa ledakan dari Bandara King Khalid dan kilang minyak Riyadh.
Arab Saudi pada tahun 2015 dan setelah serangan militer ke Yaman melakukan blokade darat, udara, dan laut terhadap negara miskin itu, dan Amerika Serikat pada Oktober 2016 bergabung dengan blokade ini lalu mengklaim telah mundur dari keputusan tersebut.
Sanaa pada 5 Juli 2026, memutuskan untuk mematahkan blokade ini dan setelah itu Arab Saudi melakukan bombardir terhadap Bandara Sanaa yang menghadapi balasan tegas angkatan bersenjata, dan selanjutnya dengan melakukan operasi-operasi, sambil memukul mundur milisi Yaman yang didukung Arab Saudi, mereka berhasil memperoleh kemenangan besar termasuk menguasai kota pelabuhan dan bersejarah "Al-Mokha" serta wilayah penting, strategis, dan pesisir Kahboub di selatan negara itu.
Hal ini sangat meningkatkan kendali tentara Yaman atas selat strategis "Bab al-Mandab" sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.
Pasukan tentara Yaman juga merebut kembali sejumlah pulau strategis dari milisi yang didukung Arab Saudi, yang melengkapi penguasaan atas jalur air ini.
"Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa gedung kantor perusahaan Aramco di Dhahran, Provinsi Timur, menjadi sasaran serangan pada malam Rabu dan menyebabkan kebakaran kecil, tanpa korban luka atau jiwa. Reuters melaporkan gedung pusat Aramco terkena proyektil, meskipun belum jelas apakah langsung atau akibat pecahan, dan manajemen Aramco memerintahkan karyawan bekerja dari rumah."(Sail)