Hizbullah: Jika tak Ubah Kebijakan, Saudi Pasti Runtuh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i20059-hizbullah_jika_tak_ubah_kebijakan_saudi_pasti_runtuh
Wakil Sekjen Hizbullah, Lebanon mengatakan, jika Arab Saudi terus melanjutkan kebijakan-kebijakan permusuhan dan menyulut perpecahan di kawasan, maka pemerintahan Al Saud dapat dipastikan akan segera berhadapan dengan ancaman keruntuhan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 09, 2016 11:05 Asia/Jakarta
  • Syeikh Naim Qassem, Wakil Sekjen Hizbullah, Lebanon
    Syeikh Naim Qassem, Wakil Sekjen Hizbullah, Lebanon

Wakil Sekjen Hizbullah, Lebanon mengatakan, jika Arab Saudi terus melanjutkan kebijakan-kebijakan permusuhan dan menyulut perpecahan di kawasan, maka pemerintahan Al Saud dapat dipastikan akan segera berhadapan dengan ancaman keruntuhan.

Stasiun televisi Alalam (8/9) melaporkan, Syeikh Naim Qassem, Wakil Sekjen Hizbullah, Kamis (8/9) menyinggung kekalahan dan kegagalan Saudi di kawasan dan terjebaknya negara itu dalam sejumlah krisis di dalam maupun luar negeri.

Syeikh Naim Qassem menegaskan, jika Saudi tetap melanjutkan kebijakan-kebijakannya, maka pemerintahan Al Saudi akan tumbang.

Ia juga menyinggung kejahatan-kejahatan yang dilakukan Saudi di Yaman dan menuturkan, Saudi terus melakukan pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak Yaman serta merusak rumah sakit dan sekolah.

Saudi, kata Syeikh Naim, bahkan tidak berhasil meraih solusi apapun dan jika kondisi ini terus berlanjut meski bertahun-tahun, rakyat Yaman tetap akan melanjutkan perlawanan dan hasilnya akan berada di tangan mereka.

Wakil Sekjen Hizbullah mengatakan, Saudi yang terlibat dalam setiap kasus di Timur Tengah selalu menelan kekalahan.

Ia menjelaskan, pasukan Hizbullah dengan resistensinya dalam melawan rezim Zionis Israel, berhasil membebaskan tanah airnya, terutama berhasil menggagalkan proyek Timur Tengah baru, dan saat ini Hizbullah meraih sejumlah kemenangan besar dalam perang melawan para teroris Takfiri.

Syeikh Naim Qassem juga menerangkan situasi internal Lebanon dan kepada kelompok-kelompok serta partai politik negara itu mengatakan, kita harus mencari solusi di Lebanon sehingga kita bisa bekerja bersama dengan persatuan dan saling memahami, serta berusaha mendekatkan pandangan-pandangan kita. (HS)