Menlu Bahrain Lontarkan Tudingan Palsu terhadap Iran
Menteri Luar Negeri Bahrain dalam pidatonya di Majelis Umum PBB di New York melontarkan klaim-klaim palsu anti-Republik Islam Iran.
Khaled bin Ahmed Al Khalifa dalam pidatonya, Senin (26/9/2016) mengklaim bahwa Bahrain dan negara-negara Arab tidak mengabaikan upaya apapun untuk membangun hubungan dengan Iran, namun hingga sekarang belum memperoleh respon dari negara ini.
Menurut Mehr News, Menlu Bahrain juga mengklaim bahwa Iran menciptakan ketidakamanan dan instabilitas di Bahrain dan kawasan melalui dukungannya kepada para milisi.
Khaled bin Hamad lebih lanjut menegaskan komitmen Bahrain terutama dalam koalisi Arab pimpinan Arab Saudi untuk mengagresi Yaman. Ia mengatakan, Bahrain akan melanjutkan partisipasinya dalam koalisi tersebut.
Menlu Bahrain melontarkan klaim-klaim palsu tersebut ketika rezim Al Khalifa melanjutkan tindakan represif terhadap rakyat Bahrain dan para ulama terkemuka di negara pesisir Teluk Persia ini.
Sejak tanggal 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan penindasan dan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat.
Namun, tuntutan damai tersebut disambut dengan kekerasan, penangkapan dan penyiksaan terhadap oposisi oleh rezim Al Khalifa dengan bantuan pasukan Arab Saudi. (RA)