Irak Tolak Permintaan AS untuk Hentikan Operasi Mosul
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i24478-irak_tolak_permintaan_as_untuk_hentikan_operasi_mosul
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan, operasi pembebasan Mosul tidak akan dihentikan sampai Provinsi Nainawa benar-benar terbebas dari teroris Daesh.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 30, 2016 14:32 Asia/Jakarta
  • Irak Tolak Permintaan AS untuk Hentikan Operasi Mosul

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan, operasi pembebasan Mosul tidak akan dihentikan sampai Provinsi Nainawa benar-benar terbebas dari teroris Daesh.

Ia menyampaikan hal itu, Sabtu (29/10/2016) malam sebagai respon terhadap permintaan komandan militer Amerika Serikat agar operasi di Mosul dihentikan.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi al-Iraqiya, PM Irak menegaskan bahwa permintaan koalisi internasional pimpinan AS untuk menghentikan operasi guna menyusun kembali kekuatan tempur, tidak dapat diterima.

"Sejak awal operasi sampai saat ini, pasukan Irak telah membebaskan sejumlah besar kabupaten, desa dan kota-kota di Provinsi Nainawa dan tren ini terus berjalan sesuai agenda," tambahnya.

Operasi, tandas al-Abadi, akan terus berlangsung hingga pembebasan provinsi secara keseluruhan.

Ia kemudian menyinggung tentang upaya tertentu untuk menciptakan sabotase dalam operasi Mosul dan menambahkan bahwa mereka tidak akan mampu menghalangi gerakan pasukan Irak.

Koalisi pimpinan AS sebelumnya mengatakan operasi pembebasan Mosul akan dihentikan sementara, namun kabar itu langsung dibantah oleh Letnan Jenderal Abdul Wahhab al-Saadi dan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi, komandan yang memimpin operasi kontra-terorisme di Irak.

Beberapa jam kemudian, pasukan Hashd al-Shaabi Irak membuka front baru dalam operasi Mosul untuk memotong jalur pasokan Daesh antara kota itu dan Suriah.

Pernyataan al-Abadi mengindikasikan adanya perbedaan tajam antara pemerintah Irak dan koalisi pimpinan AS. Sejak awal operasi, pasukan AS tanpa alasan yang jelas menghentikan operasi militer di wilayah selatan Mosul.

Beberapa komandan pasukan khusus Irak juga mengatakan kepada wartawan IRNA bahwa mereka telah meminta dukungan koalisi internasional di sebuah medan operasi yang paling sulit, tapi koalisi tidak memberi respon. (RM)