Irak Usir Wartawan Asharq al-Awsat dari Wilayah Operasi Militer
Militer Irak memerintahkan pengusiran semua wartawan Asharq al-Awsat terbitan Arab Saudi dari berbagai wilayah operasi militer dan pasukan rakyat negara ini disebabkan penghinaan surat kabar tersebut terhadap perempuan Irak.
Seperti dilansir kantor berita Buratha News mengutip pernyataan Komando Operasi Gabungan Militer Irak, Senin (21/11/2016), setiap wartawan di semua wilayah operasi militer Irak yang meliput berita untuk surat kabar Asharq al-Awsat harus dikeluarkan dari wilayah operasi ini.
Sebelumnya, Komando Operasi Gabungan Militer Irak mengumumkan, lembaga-lembaga terkait Irak harus mengambil langkah yang diperlukan untuk mengusir wartawan surat kabar Asharq al-Awsat dari wilayah operasi pasukan negara ini.
Komando Operasi Gabungan Militer Irak menegaskan, surat kabar Asharq al-Awsat mencemarkan nama baik militer Irak dengan mempublikasikan berita dan tuduhan palsu untuk memudarkan kesuksesan mereka dalam menjaga keamanan para peziarah Imam Husein as dan pembebasan berbagai wilayah Provinsi Nineveh dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).
Pusat komando pasukan Irak juga melarang aktivitas semua wartawan surat kabar Arab Saudi tersebut di semua wilayah operasi militer Irak.
Sementara itu, kantor Haider al-Abdai, Perdana Menteri Irak pada Minggu telah menuntut surat kabar Asharq al-Awsat untuk meminta maaf atas penghinaan terhadap perempuan Irak, namun hingga sekarang surat kabar rezim Al Saud itu belum memberikan pernyataan permintaan maaf.
Asharq al-Awsat pada tanggal 20 November 2016 menulis bahwa sejumlah perempuan Irak yang mengikuti acara Arbain Huseini (as) melakukan perzinaan dan terdapat beberapa kasus kehamilan di antara mereka.
Surat kabar Arab Saudi tersebut mengklaim mengutip berita itu dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, WHO sendiri telah membantah klaim itu dan akan mengadukan Asharq al-Awsat atas kedustaannya terhadap organisasi ini. (RA)