Uji Coba Nuklir Prancis di Aljazair: Bencana Total
https://parstoday.ir/id/news/world-i184980-uji_coba_nuklir_prancis_di_aljazair_bencana_total
Uji nuklir Prancis di Aljazair meninggalkan dampak bagi manusia dan lingkungan yang Menghancurkan.
(last modified 2026-02-03T08:43:32+00:00 )
Feb 03, 2026 15:40 Asia/Jakarta
  • Uji Coba Nuklir Prancis di Aljazair: Bencana Total

Uji nuklir Prancis di Aljazair meninggalkan dampak bagi manusia dan lingkungan yang Menghancurkan.

Menurut laporan Pars Today, uji nuklir Prancis di gurun Aljazair merupakan salah satu peristiwa paling gelap dan misterius selama masa kolonialisme Prancis di Aljazair, yang meninggalkan dampak manusia dan lingkungan yang merusak.

Antara tahun 1960 hingga 1966, pemerintah Prancis melakukan 17 uji nuklir di gurun barat daya Aljazair, termasuk ledakan udara dan bawah tanah. Uji ini merupakan bagian dari upaya Paris untuk menjadi kekuatan nuklir, namun dilakukan tanpa pemberitahuan atau perlindungan serius bagi penduduk lokal yang banyak yang tidak menyadari risiko yang mungkin terjadi.

Uji Nuklir

Prancis memanfaatkan posisi politik dan militernya selama perang kemerdekaan Aljazair untuk melanjutkan program uji ini di wilayah Aljazair, bahkan setelah kemerdekaan resmi negara ini pada Maret 1962. Empat uji pertama pada 1960–1962 dilakukan di wilayah Reggane di atas tanah, sementara 13 uji berikutnya dilakukan secara bawah tanah di In Ekker. Uji-uji ini memiliki daya ledak sangat tinggi; misalnya, bom atom pertama Prancis bernama “Gerboise Bleue” memiliki kekuatan lebih dari empat kali bom atom Hiroshima.

Prancis sendiri mengakui melakukan empat uji nuklir di wilayah Reggane, Provinsi Béchar, dan 13 uji di Provinsi Tamanrasset, sementara Kazem El-Aboudi, penulis buku Rats of Reggane dan profesor fisika nuklir di Universitas Oran, mengatakan Prancis sebenarnya melakukan 57 uji nuklir selama periode tersebut.

Dampak Menghancurkan

Uji nuklir Prancis menimbulkan kerusakan besar pada lingkungan dan manusia di wilayah tersebut, dengan banyak kasus kelahiran bayi cacat di berbagai daerah gurun Aljazair. Dampak manusia dari uji ini bersifat luas dan berlangsung lama. Berbagai sumber melaporkan bahwa antara 27.000 hingga lebih dari 60.000 warga Aljazair terkena radiasi nuklir, banyak di antaranya menderita penyakit serius seperti kanker, gangguan pernapasan, cacat bawaan, dan masalah kronis lainnya, bahkan beberapa meninggal. Banyak penyakit muncul bertahun-tahun setelah uji dilakukan, dan generasi berikutnya juga menghadapi efek radiasi.

Beberapa kelompok lokal memperkirakan ribuan orang meninggal akibat “penyakit langka” yang kemudian diketahui disebabkan oleh paparan radiasi, sementara mereka tidak diberikan informasi yang jelas. Beberapa dekade setelah ledakan ini, penduduk lokal mengatakan mereka masih menghadapi dampaknya. Bukti sejarah menunjukkan bahwa saat uji dilakukan, pihak berwenang Prancis berkali-kali mengklaim wilayah tersebut kosong, padahal kenyataannya puluhan ribu orang tinggal di dekat lokasi uji tanpa perlindungan atau informasi yang memadai. Dalam beberapa kasus, bahkan ada laporan bahwa penduduk lokal digunakan secara langsung sebagai “tikus percobaan manusia” untuk menguji efek radiasi nuklir.

Dampak Lingkungan

Dampak lingkungan juga sangat luas dan jangka panjang. Radiasi dari ledakan mencemari tanah, air, dan udara selama puluhan tahun. Menurut analisis internasional, jatuhnya material radioaktif tidak hanya terjadi di Aljazair tetapi juga di bagian utara, tengah, dan barat Afrika, bahkan sampai wilayah yang lebih jauh. Sisa radioaktif di tanah berpotensi aktif selama ribuan tahun dan menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia dan ekosistem.

Beberapa situs uji bahkan setelah diserahkan ke pemerintah Aljazair tidak diawasi secara ketat, artinya tidak ada program sistematis untuk mengukur tingkat radiasi, membersihkan, atau memantau kesehatan publik. Hal ini membuat dampak merusak dari uji tersebut masih terasa hingga saat ini. Studi ilmiah independen dan laporan organisasi internasional beberapa dekade terakhir menegaskan adanya efek tersebut. Uji ini, dengan meninggalkan sisa radioaktif di wilayah permukiman dan lingkungan rapuh gurun besar Afrika, tidak hanya memengaruhi generasi sekarang tetapi juga meninggalkan warisan berbahaya bagi generasi mendatang.

Ketegangan Dua Sisi

Secara hukum dan politik, isu ini menyebabkan ketegangan yang berkelanjutan antara pemerintah Aljazair dan Prancis. Aljazair menuntut pengakuan resmi atas tanggung jawab, pengungkapan dokumen secara lengkap, pembersihan wilayah tercemar, dan kompensasi bagi korban serta keluarga mereka. Namun hingga kini, pemerintah Prancis bersikap hati-hati dan belum mempublikasikan banyak dokumen dan informasi terkait uji nuklir ini, serta belum memberikan respons penuh terhadap permintaan ganti rugi.(PH)