Saleh: Daesh dan Al-Qaeda Sekutu Arab Saudi di Perang Yaman
Ali Abdullah Saleh, mantan presiden Yaman menyebut kelompok teroris Daesh dan al-Qaeda sebagai sekutu rezim Al Saud di perang Yaman.
Televisi al-Alam Rabu (30/11) melaporkan, Ali Abdullah Saleh di pesannya bertepatan dengan hari kemerdekaan Yaman ke-49 menyatakan, menyusul serangan rezim Al Saud bersama kelompok teroris Daesh dan al-Qaeda ke Yaman, keceriaan rakyat revolusioner dan pecinta kebebasan negara ini pudar serta digantikan dengan kesedihan.
Saleh menilai korban puluhan ribu anak-anak, perempuan dan manula Yaman sebagai hasil dari agresi Arab Saudi ke negara ini. Ia menambahkan, rezim ini disamping membantai warga tak berdosa Yaman, juga menarget seluruh infrastruktur penting negara ini termasuk gedung sekolah, masjid rumah sakit, peninggalan serta warisan bersenjarah.
Mantan presiden Yaman seraya mengisyaratkan blokade udara, laut dan darat yang dipaksakan rezim Al Saud kepada rakyat Yaman mengingatkan, rezim ini bersama sekutunya mencegah masuknya bantuan pangan, obat-obatan dan bahan bakar ke Yaman dan berencana menghancurkan bangsa ini.
Ali Abdullah Saleh meminta rakyat dan kubu politik serta organisasi kemasyarakatan negara ini meningkatkan persatuan dalam melawan agresor.
Rezim Al Saud dengan dalih mengembalikan posisi Abd Rabbuh Mansur Hadi, presiden Yaman yang telah menggundurkan diri, mulai melancarkan serangan ke negara tetangganya ini sejak 26 Maret 2015.
Agresi yang telah berlangsung 20 bulan ini menewaskan sepuluh ribu warga Yaman dan menciderai sekitar dua puluh ribu lainnya. (MF)