Assad: Daesh Serang Palmyra atas Lampu Hijau Amerika
-
Bashar Al Assad
Presiden Suriah mengatakan, serangan kelompok teroris Daesh ke kota Tadmur atau Palmyra di Provinsi Homs, Barat Suriah dilakukan atas lampu hijau Amerika Serikat dan pasukan negara itu sama sekali tidak melakukan langkah apapun untuk menghadapi teroris.
Bashar Al Assad, Presiden Suriah, Rabu (14/12) malam dalam wawancara dengan stasiun televisi nasional Rusia menyinggung keterlibatan Amerika dalam serangan Daesh ke Palmyra dan menuturkan, serangan ke Palmyra dimana anasir-anasir teroris yang sebagian besar bersenjata berat berhasil mencapai puluhan kilometer kota itu, tidak pernah terjadi sebelumnya dan mereka tanpa dukungan asing, tidak mungkin bisa menyerang kota Palmyra.
Assad menambahkan, para teroris ini menyerang Palmyra dari arah kota Raqqa di Utara dan Deir Al Zour, Timur Suriah dengan dukungan langsung Amerika.
Presiden Suriah terkait peran Amerika dalam pendudukan Mosul, Irak dan Raqqa, Suriah oleh Daesh menjelaskan, Angkatan Udara Amerika yang ada di Mosul dan Raqqa sama sekali tidak melakukan langkah apapun untuk menyerang markas teroris Daesh, hal ini menunjukkan bahwa mereka selalu mendukung kelompok teroris itu.
Bashar Al Assad, Presiden Suriah dalam wawancara dengan stasiun televisi Russia Today (14/12) memprotes diamnya pemerintah dan media-media Barat terkait serangan dan pendudukan kembali kota Palmyra oleh kelompok teroris.
Ia menuturkan, jika Palmyra berada di bawah kontrol pasukan pemerintah Suriah, maka Barat pasti akan mencemaskan peninggalan-peninggalan bersejarah dan warga yang ada di kota itu.
Koalisi internasional anti-Daesh yang terdiri dari 60 negara pimpinan Amerika dengan dalih memerangi kelompok teroris itu, sejak September 2014 melancarkan serangan udara ke Suriah dan Irak.
Serangan itu dilakukan tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB dan hanya membantu kelompok teroris serta menghancurkan infrastruktur Suriah dan Irak. (HS)