Aparat Keamanan Al Khalifa Bentrok dengan Warga Bahrain
Aparat keamanan rezim Al Khalifa bentrok dengan warga Bahrain yang berkumpul di depan rumah Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka di negara ini.
Bagher Darvish, penanggung jawab media di Organisasi Hak Asasi Manusia Bahrain menggambarkan penyerbuan aparat keamanan rezim Al Khalifa terhadap warga di distrik al-Diraz, Manama sebagai tindakan ''kurang ajar.''
Ia mengatakan, Sheikh Qassim adalah penjamin bagi persatuan nasional di Bahrain.
Bagher Darvish menjelaskan, rezim Al Khalifa harus memahami bahwa penargetan terhadap Sheikh Qassim berarti melampaui garis merah, di mana pihak yang bertanggung jawab langsung atas tindakan seperti ini adalah pemerintah Bahrain.
Sebelumnya, ribuan warga Bahrain terutama para pemuda menghalangi aparat keamanan rezim Al Khalifa mendekati rumah Sheikh Qassim di distrik al-Diraz.
Pada Juni 2016, rezim Al Khalifa mencabut kewarganegaraan ulama besar tersebut dan langkah ini menuai protes luas dari dalam dan lua negeri.
Sejak tahun 2011, aparat keamaan Bahrain telah menangkap ratusan warga termasuk para ulama dan memasukkan mereka ke penjara.
Tanggal 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. (RA)