Tuntutan Presiden Suriah kepada Barat terkait Terorisme
Presiden Suriah mengatakan, jika negara-negara Eropa ingin membantu rakyat Suriah, maka langkah awal yang harus mereka tempuh adalah menghentikan dukungannya kepada kelompok-kelompok teroris yang aktif di negara ini.
Bashar al-Assad mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan komite gabungan dari anggota-anggota parlemen Eropa dan Duma Rusia di Damaskus, ibukota Suriah baru-baru ini.
Ia menambahkan, para pejabat Eropa harus menyadari bahwa solusi krisis Suriah berada di tangan rakyat negara ini, dan mereka harus mengakui juga bahwa serangan teroris di negara-negara mereka merupakan akibat dari kebijakan-kebijakan keliru mereka di Suriah.
Menyusul transformasi terbaru di Suriah terutama di medan tempur dan kemenangan militer dan pasukan relawan negara ini dalam melawan kelompok-kelompok teroris khususnya pembebasan kota Aleppo dari pendudukan teroris, Eropa menempatkan upaya-upaya untuk berinteraksi lebih dengan pemerintah Damaskus ke dalam agendanya.
Kesuksesan Suriah dalam perang melawan terorisme telah mengokohkan posisi legal Assad di arena politik di negara ini. Pada saat yang sama, jaminan keamanan di arena internasional dan regional juga didasarkan pada penghapusan terorisme di Suriah melalui interaksi dengan dengan pemerintah sah di negara ini.
Konflik dan perang yang dikobarkan Barat dan sekutunya di Suriah memiliki banyak pelajaran bagi kawasan dan dunia. Pasalnya, meluasnya gelombang terorisme di banyak negara dunia termasuk di Eropa disebabkan kebijakan keliru Barat yang mendukung kelompok-kelompok teroris serta memperalat mereka sebagai sarana untuk intervensi di berbagai krisis demi meraih kepentingan mereka sendiri.
Kebijakan-kebijakan salah dari pemerintah negara-negara Barat dalam hal keamanan dan ekonomi telah berdampak buruk bagi rakyat mereka. Dukungan mereka kepada kelompok-kelompok teroris di Suriah telah menyebabkan meluasnya aksi teror hingga melanda negara-negara pendukung teroris sendiri.
Menyusul meletusnya gelombang Kebangkitan Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara, konspirasi Barat dan sekutunya serta sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi untuk menghambat atau menyimpangkan kebangkitan tersebut meningkat. Kawasan Timur Tengah terutama Suriah dibanjiri kedatangan ribuan milisi dan teroris dari berbagai negara termasuk dari negara-negara Eropa.
Kelompok-kelompok teroris yang dipandu Barat tersebut menarget rakyat Suriah dan menghancurkan infrastruktur negara ini. Pemerintah-pemerintah Barat juga menebarkan berbagai propaganda dan upaya untuk menipu publik guna melegitimasi para teroris di Suriah demi mencapai kepentingannya.
Dengan mengamati krisis di Suriah dapat dipahami bahwa sejumlah negara Barat mengintervensi urusan internal Suriah dan menyalahgunakan segelintir aksi protes masyarakat yang hanya menuntut reformasi di negara ini. Negara-negara itu kemudian mengirim ribuan teroris ke Suriah untuk mengobarkan krisis di negara Arab ini. Mereka juga memberikan dukungan finansial, senjata dan diplomatik kepada para teroris untuk menggulingkan pemerintahaan Assad.
Satu poin penting terkait dengan perkembangan di Timur Tengah adalah dampak buruk dari segala bentuk krisis di kawasan ini tidak hanya terbatas di tingkat regional, namun juga akan berpengaruh negatif pada arena internasional. Contoh nyatanya adalah sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan juga beberapa negara Eropa pendukung teroris sekarang sedang menghadapi gerakan terorisme internasional.
Teroris-teroris yang datang dari Eropa, Amerika, Asia, Asia Tengah dan Afrika Utara ke Suriah tidak memiliki tujuan lain kecuali merusak keamanan dan menyebarkan aksi teror yang menimbulkan keresahan dan ketakutan masyarakat.
Saat ini, keamanan global terguncang akibat menyebarnya kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS). Kelanjutan kebijakan standar ganda dan tidak bertanggung jawab para pejabat negara-negara Barat alih-alih akan membantu keamanan yang stabil, namun justru akan membuka jalan bagi aktivitas para teroris di Suriah dan berbagai belahan dunia termasuk di Eropa.
Dalam kondisi seperti itu, perlawanan rakyat dan militer Suriah terhadap kelompok-kelompok teroris merupakan benteng kuat untuk menghadapi fenomena buruk tersebut. Penguatan front nyata untuk memberantas terorisme ini merupakan kebijakan berprinsip yang harus diperhatikan oleh negara-negara Eropa. (RA)