Petinggi Hamas: Akan Saya Paksa Netanyahu Menangis !
-
Yahya Al Sinwar
Pemimpin gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas di Jalur Gaza memperingatkan kejahatan-kejahatan yang dilakukan Perdana Menteri rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.
Kantor berita Qodsna, Selasa (14/2) melaporkan, Yahya Al Sinwar, Pemimpin Hamas di Jalur Gaza menuturkan, saya tidak mengejar posisi dan kedudukan, tapi saya akan membuat Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel menyesal telah menduduki posnya dan saya akan memaksa ia menangis.
Pernyataan Pemimpin Hamas di Jalur Gaza itu mendapat sambutan luas dari para pemuda Palestina dan aktivis negara-negara Islam.
Dalam pemilu internal Hamas, Yahya Al Sinwar terpilih menjadi pemimpin gerakan perlawanan ini di Jalur Gaza dan menggantikan Ismail Haniyeh.
Yahya Al Sinwar adalah salah satu tahanan Palestina di penjara Israel yang bebas dalam proses pertukaran tahanan yang dikenal dengan "perjanjian Shalit".
Tidak lama setelah dibebaskan dari penjara Israel, Al Sinwar langsung diangkat menjadi penasihat Ismail Haniyeh, Deputi Kepala Biro Politik Hamas sekaligus pejabat kasus personil militer Israel yang ditahan Brigade Ezzedine Al Qassam. (HS)