Munculnya Kembali Isu Negara Baru untuk Warga Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i33444-munculnya_kembali_isu_negara_baru_untuk_warga_palestina
Sayyid Razi Emad, juru bicara kantor kepresidenan Mesir, menolak isu soal penyerahan sebagian dari wilayah Sinai kepada Palestina dan menilainya tidak masuk akal.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 24, 2017 16:43 Asia/Jakarta
  • Palestina
    Palestina

Sayyid Razi Emad, juru bicara kantor kepresidenan Mesir, menolak isu soal penyerahan sebagian dari wilayah Sinai kepada Palestina dan menilainya tidak masuk akal.

Alaa Yusur, juru bicara Presiden Mesir di akhir sidang Kamis (23/02/2017) para panglima militer dan polisi Mesir dengan Presiden Abdel Fatah El-Sisi, di Kairo merilis pernyataan dan mengatakan, "Tidak ada perundingan soal penyerahan sebagian wilayah Sinai Mesir kepada Palestina dan penyerahan sebagai wilayah Sinai itu, irasional, tidak dapat diterima dan tidak dapat dibayangkan."

 

Beredarnya ssu terkait penyerahan sebagian wilayah Sinai utara kepada Palestina menimbulkan sejumlah pertanyaan. Dari mana asal isu tersebut? Apa tujuan di balik pengungkapan isu itu? Dan mengapa sekarang isu itu mengemuka?

 

Isu penyerahan sebagian wilayah Sinai utara kepada Palestina dikemukakan oleh seorang pejabat Israel bernama Ayoob Kara. Isu itu merupakan bagian dari strategi terpenting rezim Zionis untuk mencari negara pengganti untuk Palestina. Tidak diragukan lagi bahwa salah satu masalah terpenting rezim Zionis adalah fakta bahwa mereka tidak memiliki tanah air.

 

Oleh karena itu rezim Zionis mencaplok menduduki wilayah Palestina dan pendudukan itu hingga kini tetap berlanjut dengan berbagai macam cara khususnya dengan trik pembangunan distrik Zionis serta pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah pendudukan.

 

Mencuatnya isu negara baru untuk Palestina itu mengindikasikan bahwa rezim Zionis sama sekali tidak menginginkan ide pembentukan dua pemerintahan di bumi pendudukan dan akan terus memperluas pendudukannya.

 

Ini bukan pertama kalinya, isu seperti ini dilontarkan rezim Zionis. Sebelumnya juga telah berulangkali diklaim soal masalah penempatan para warga Palestina di sebuah negara baru. Hingga kini, Yordania selalu digembar-gemborkan oleh para pejabat Zionis sebagai salah satu negara alternatif untuk menempatkan para pengungsi Palestina. Namun masalah itu secara tegas ditentang Yordania.

 

Sejatinya bukan pertama kalinya Israel melirik Sinai utara untuk dijadikan tempat penampungan warga Palestina yang terusir dari tanah air mereka. Sumber-sumber Zionis sebelumnya juga pernah melontarkan isu yang sama. Pada April 2016, sumber-sumber Zionis mengklaim bahwa Presiden Mesir Abdel Fatah El-Sisi, mengusulkan pembentukan negara Palestina di Semenanjung Sinai kepada pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbad.

 

Meski masalah negara penampung para pengungsi Palestina ini merupakan bagian dari strategi Israel, akan tetapi faktor munculnya kembali isu tersebut adalah krisis yang melanda Suriah, Yaman, Irak dan Liyba, yang sedang menjadi fokus perhatian masyarakat dunia.

 

Rezim Zionis memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengulang klaim negara penampung untuk Palestina. Namun bukan hanya para pejabat Yordania, Mesir dan sebagian besar pejabat negara lain yang menentang ide tersebut, melainkan rakyat Palestina sendiri juga menentang keras.