HRW: Saudi Telah Menyeret Yaman ke Ambang Bencana Kemanusiaan
-
agresi Saudi di Yaman
Human Rights Watch (HRW) menyatakan serangan udara tanpa henti Arab Saudi telah mendorong Yaman ke ambang "bencana kemanusiaan tragis."
Direktur HRW untuk komunikasi dan advokasi Timur Tengah dan Afrika Utara, Ahmed Benchemsi, mengemukakan hal itu dalam wawancara dengan Russia Today pada hari Ahad (12/3/2017).
Ditambahkannya, "Lebih dari tiga juta orang telah mengungsi di Yaman dan lebih dari 80 persen bergantung pada bantuan kemanusiaan."
Yaman mencatat angka tertinggi kekurangan gizi anak di dunia sekarang dan diperkirakan bahwa satu dari lima warga Yaman dalam kondisi rawan pangan.
Ditegaskannya bahwa kondisi kemanusiaan di negara miskin ini "semakin tidak menentu", seraya menekankan kembali bahwa pembantaian warga sipil merupakan pelanggaran nyata terhadap ketentuan perang.
"Kami sendiri, Human Rights Watch, mampu mendokumentasikan 61 serangan udara yang jelas-jelas melanggar hukum, yang semuanya dilakukan oleh pihak koalisi, beberapa di antaranya mungkin tergolong kejahatan perang dan itu telah menewaskan hampir 900 warga sipil serta menghancurkan kawasan sipil, termasuk pasar, sekolah, rumah sakit dan rumah-rumah penduduk," katanya.
Benchemsi juga menyerukan Inggris, AS, dan Perancis untuk menghentikan penjualan senjata mereka ke Riyadh sehingga mengurangi serangan udara ke Yaman.
Arab Saudi telah melancarkan agresi ke Yaman sejak Maret 2015. Selama itu, 12.000 nyawa melayang akibat agresi yang diluncurkan untuk mengembalikan kekuasaan mantan presiden Yaman yang telah mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang merupakan sekutu dekat Riyadh.(MZ)