Reaksi Irak terhadap Intervensi Turki
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i35728-reaksi_irak_terhadap_intervensi_turki
Pemerintah Irak mengkritik statemen terbaru menteri luar negeri Turki mengenai berlanjutnya intervensi militer di negara ini dengan alasan menumpas kelompok teroris.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Apr 08, 2017 18:47 Asia/Jakarta
  • Reaksi Irak terhadap Intervensi Turki

Pemerintah Irak mengkritik statemen terbaru menteri luar negeri Turki mengenai berlanjutnya intervensi militer di negara ini dengan alasan menumpas kelompok teroris.

Menteri luar negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu hari Jumat (7/4) mengatakan, Turki masih tetap melanjutkan intervensi militer di Irak untuk menghadapi ancaman kelompok teroris. Menyikapi statemen tersebut, juru bicara pemerintah Irak menyatakan, Baghdad mendesak Turki menjalankan komitmennya untuk menarik mundur pasukannya dari kamp Bashiqa bersamaan dengan pembebasan Mosul dari kelompok teroris.

Persoalan penarikan pasukan Turki dari pangkalan militer Bashiqa telah disepakati dalam kunjungan delegasi Turki ke Irak tahun lalu. Bersamaan dengan proses pembebasan Mosul dari kelompok teroris, pemerintah Irak mendesak Turki segera mewujudkan janjinya tersebut.

Hingga kini, sekitar dua ribu tentara Turki ditempatkan di wilayah Irak dengan alasan membantu merebut Mosul dan melatih tentara Irak di pangkalan militer Bashiqa. Meskipun sebagian wilayah Mosul sudah berhasil direbut pasukan Irak dari kelompok teroris, tapi Turki tidak menunaikan janjinya.

Tampaknya, Turki sedang menjalankan kebijakan pembentukan pangkalan militer di negara lain seperti Irak dengan tujuan untuk menunjukkan kekuatannya kepada pihak lain. Kebijakan tersebut diambil di saat Ankara sebelumnya mengklaim menjalankan politik luar negeri zero enemy dengan negara tetangga.

Tapi belakangan Turki justru melancarkan politik luar negeri yang berseberangan 180 derajat dengan sebelumnya. Akibatnya, peran Turki justru menjadi penyulut konflik dengan negara tetangganya yang menjadikan kawasan semakin rawan. Meskipun Irak sudah meminta Turki untuk menarik pasukan dari negaranya, tapi Ankara tetap melanjutkan sikap konfrontatifnya. Akibatnya muncul reaksi keras dari para pejabat tinggi Irak dan rakyatnya terhadap petualangan berbahaya Turki di negara mereka. 

Sejatinya, petualangan pejabat tinggi Turki yang dijalankan selama ini di sejumlah negara seperti Irak bertentangan dengan slogannya untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan, serta penumpasan terorisme. Alih-alih mendukung tercapainya perdamaian dan keamanan regional, sepak terjang Turki justru memperkeruh friksi dan mempertajam konflik di kawasan. Para pejabat militer Irak menilai kehadiran pasukan Turki di negara mereka sebagai faktor yang memperumit operasi pembebasan Mosul dari cengkeraman kelompok teroris.

Dalam situasi demikian, sebagian pihak di Irak mengeluarkan peringatan keras mengenai berlanjutnya kehadiran pasukan Turki di pangkalan Bashiqa yang dipandang sebagai bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya yang tidak ada bedanya dengan terorisme. Gelombang kecaman yang datang dari berbagai kalangan di Irak  terhadap Turki menunjukkan kegagalan kebijakan interventif Turki. Militerisme Turki di kawasan tidak hanya memperuncing hubungan Ankara dengan negara-negara tetangganya, tapi juga mencoreng wajah Turki di arena internasional dengan sepak terjang interventifnya dan dukungannya terhadap kelompok teroris.(PH)