Yaman Tuntut Penghentian Agresi Militer Saudi
Menteri Luar Negeri Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman menuntut para peserta pertemuan bantuan ke Yaman di Jenewa untuk menghentikan agresi militer Arab Saudi dan sekutunya.
Seperti dilansir televisi al-Masirah, Rabu (26/4/2017), Hisham Sharaf dalam sebuah pernyataan meminta Menlu Swedia dan Swiss untuk mencegah tindakan musuh-musuh rakyat Yaman guna mempertahankan nilai mata uang nasional Yaman dan melindungi berbagai wilayah khususnya zona ekonomi negara ini.
Pertemuan dua hari di Jenewa yang bertujuan untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Yaman dimulai pada Selasa, 25 April 2017. Pertemuan yang dihadiri oleh puluhan negara ini digelar di bawah pengawasan Swedia dan Swiss.
Hisham Sharaf lebih lanjut menyinggung pentingnya tindak lanjut terhadap kondisi kemanusiaan di Yaman dan menuntut penghentian segera operasi militer dan pencabutan blokade.
"Yaman menyambut segala bentuk upaya untuk menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di negara ini dalam konteks perdamaian yang adil, " pungkasnya.
Arab Saudi mengumumkan Pelabuhan al-Hudaydah sebagai zona militer dengan dalih adanya penyelundupan senjata dan amunisi ke Yaman melalui pelabuhan ini.
Hal itu dilakukan Arab Saudi untuk menghancurkan Pelabuhan al-Hudaydah yang merupakan pelabuhan terpenting di Yaman, di mana 80 persen kargo makanan dan obat-obatan sampai ke rakyat negara ini melalui Pelabuhan al-Hudaydah.
Invasi militer Arab Saudi yang mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat dimulai dari bulan Maret 2015. Agresi ini telah merenggut lebih dari 11.000 orang dan menghancurkan insfrastruktur penting Yaman seperti rumah sakit, sekolah, bandara, pelabuhan, pabrik, pasar, masjid dan fasilitas publik lainnya. (RA)