Kunjungan Kanselir Jerman ke Saudi
Kanselir Jerman, Angela Merkel didampingi pejabat tinggi politik dan ekonomi negara ini hari Minggu (30/4) tiba di Jeddah untuk menemui pejabat tinggi rezim Al Saud.
Kunjungan Merkel ke Saudi berlangsung sebelum pertemuan G-20 di Hamburg, yang akan digelar Juni mendatang.
Dari Saudi, lawatan kanselir Jerman dilanjutkan menuju Uni Emirat Arab untuk bertemu dengan Sheikh Muhammad bin Zayed Al- Nahyan, putera mahkota Abu Dhabi. Kemudian, Merkel akan bertemu dengan presiden Rusia, Vladimir Putin di Sochi, Rusia.
Arab Saudi adalah mitra strategis negara-negara besar Eropa. Meskipun tidak ada relasi antara negara-negara demokratis Eropa semacam Jerman dengan pemerintahan tribal yang tidak demokratis seperti Saudi, tapi negara-negara Eropa, termasuk Jerman berupaya menjaga hubungannya dengan Riyadh, sehingga tidak dipengaruhi oleh masalah pelanggaran HAM yang kerap dilakukan oleh rezim Al Saud baik di dalam negeri maupun di kawasan. Oleh karena itu, kunjungan Merkel ke Arab Saudi melampaui koordinasi tentang agenda kerja KTT G-20 di Hamburg.
Selama ini rezim Al Saud diuntungkan oleh bonus sumber daya alamnya yang melimpah, terutama minyaknya yang menempatkan Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar di dunia.Petro dolar menempatkan negara ini sebagai anggota G-20. Faktor ini pula yang menjadikan AS dan negara-negara Eropa menjaga hubungannya di berbagai bidang dengan rezim al Saud, termasuk dalam masalah penjualan senjata ke Riyadh. Kini, rezim Al Saudi menjadi konsumen terbesar senjata AS dan Eropa, sekaligus menempatkan negara Arab ini dalam deretan papan atas pembeli senjata terbesar di dunia.
Ironisnya, AS dan negara-negara Eropa yang mengklaim sebagai kampiun demokrasi dan pengusung HAM dengan sangat sadar melanjutkan penjualan senjata kepada Riyadh yang dipergunakan oleh rezim Al Saud untuk menyulut instabilitas di kawasan. Akibatnya, Timur Tengah terus-menerus menjadi arena krisis, terutama di Suriah dan Irak. Tidak hanya itu, Yaman juga menjadi sasaran kejahatan agresi militer rezim al Saud yang menggunakan senjata buatan negara-negara Barat. Selama lebih dari dua tahun, warga sipil Yaman, terutama anak-anak dan perempuan menjadi korban keganasan bom yang dijatuhkan dari jet tempur F-16 buatan AS maupun Tornado Inggris.
PBB dalam berbagai laporannya membeberkan kondisi mengkhawatirkan rakyat Yaman akibat agresi militer Koalisi Arab pimpinan Saudi yang didukung Barat. Tapi tumpukan laporan tersebut tidak berpengaruh sama sekali bagi sekutu Riyadh dan mereka tetap melanjutkan penjualan senjata kepada rezim Al Saud.
Kunjungan Merkel ke Saudi berlangsung di saat sejumlah media massa internasional melaporkan masalah tragedi kemanusiaan di Yaman tidak masuk dalam agenda pembicaraan kanselir Jerman dengan pejabat tinggi Saudi. Pada pertemuan tersebut, Merkel hanya menyinggung masalah penumpasan kelompok teroris Daesh. Padahal, publik dunia tahu kelompok teroris semacam Daesh dan pemikiran ekstrem lahir dari mana, dan melibatkan negara mana saja.
Pasca peristiwa serangan teroris di Paris pada Januari 2015, sejumlah pejabat dan institusi keamanan Jerman di statemennya menyinggung peran rezim Al Saud dalam membidani kelahiran kelompok-kelompok ekstrem. Wakil kanselir Jerman, Sigmar Gabriel mengklaim Arab Saudi sebagai "peternakan" ekstrimisme. Dinas intelejen Jerman dalam laporannya mengenai ancaman Timur Tengah menyebut menteri pertahanan Arab Saudi yang juga putera raja Salman, Muhammad bin Salman sebagai pangeran polos dan arogan. Meskipun demikian, peran yang dimainkan Riyadh di kawasan sejalan dengan skenario AS dan negara-negara Eropa. Lebih dari itu, petro dolar Riyadh menghalangi mereka untuk mengubah kebijakannya selama ini terhadap rezim Al Saud.
Hubungan strategis antara Arab Saudi dan negara-negara Eropa yang mengklaim sebagai pengibar bendera HAM dan pengusung demokrasi menunjukkan inkonsistensi Barat dalam penegakkan hak asasi manusia dan demokrasi, sekaligus indikasi kuat penerapan standar ganda yang mereka lakukan secara tebang pilih demi kepentingan ekonomi politiknya sendiri.