Kondisi Tahanan Palestina yang Mogok Makan Memburuk
-
Tahanan Palestina
Duta Besar Palestina untuk Liga Arab mengatakan, kondisi 1.600 tahanan Palestina yang mogok makan telah memasuki tahap serius dan berbahaya.
Jamal al-Shobaki mengatakan hal itu pada Rabu (3/5/2017) malam ketika menyinggung kondisi para tahanan Palestina yang mogok makan di berbagai penjara rezim Zionis Israel.
Seperti dilansir situs surat kabar Mesir, al Youm al-Sabe, al-Shobaki menjelaskan, rezim Zionis harus dipaksa untuk bertindak berdasarkan peraturan PBB, perjanjian-perjanjian Jenewa, konvensi internasional dan Hak Asasi Manusia.
"Besok (Kamis), Liga Arab akan mengadakan pertemuan darurat di tingkat wakil tetap atas permintaan Palestina," ujarnya.
Ia menambahkan, pertemuan ini digelar untuk membahas kondisi buruk para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel dan dalam konteks mogok makan mereka yang telah memasuki hari ke-17.
Dubes Palestina untuk Liga Arab lebih lanjut menegaskan bahwa tuntutan para tahanan Palestina kepada Israel sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan konvensi internasional.
Al-Shobaki juga memperingatkan memburuknya kondisi para tahanan Palestina yang mogok makan dan semakin meluasnya mogok tersebut.
Ribuan tahanan Palestina memulai mogok makan pada Senin, 17 April bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina untuk memprotes kondisi buruk di penjara dan berbagai pembatasan ketat lainnya.
Aksi yang dilakukan dengan slogan "Kebebasan dan Martabat" itu adalah bentuk protes terhadap kebijakan dan perilaku rasis rezim Zionis terhadap tahanan.
Mogok makan tahanan Palestina memperoleh dukungan dari banyak rakyat di berbagai negara dunia. Lembaga-lembaga internasional menuntut Israel untuk memenuhi tuntutan mereka. (RA)